Daftar Harga BBM Pertamina 4 Agustus 2026
PT Pertamina Patra Niaga masih mempertahankan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku sejak awal bulan. Kebijakan penurunan harga khusus untuk varian Pertamax dipastikan tetap berlaku, sebagaimana dilansir dari Moladin.
Penyesuaian ini membuat produk Pertamax dengan nilai oktan (RON) 92 kini dipasarkan seharga Rp15.950 per liter. Sebelum penyesuaian dilakukan, varian ini dijual dengan tarif Rp16.250 per liter.
Varian bahan bakar nonsubsidi lainnya juga mencatatkan penurunan. Pertamax Green 95 terkoreksi dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, sedangkan Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Adapun untuk kategori bahan bakar bersubsidi dan beberapa jenis nonsubsidi lain, nilainya dipastikan tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Sementara itu, BBM jenis diesel nonsubsidi juga bertahan pada angka sebelumnya. Tarif Dexlite saat ini dibanderol Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada pada tingkat Rp21.150 per liter.
Penerapan acuan tarif bahan bakar minyak di kawasan Pulau Jawa belum mengalami perubahan dari pengumuman awal bulan. Berikut daftar harga yang berlaku untuk area DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Rp10.000 | Rp6.800 |
| Rp15.950 | Rp15.850 |
| Rp16.600 | Rp18.300 |
| Rp19.700 | Rp21.150 |
Variasi Nilai Jual BBM di Wilayah Indonesia
Penerapan harga jual BBM Pertamina tidak diseragamkan untuk seluruh kawasan Indonesia. Ketetapan tarif di tiap wilayah tingkat provinsi mempunyai perbedaan berdasarkan regulasi dan kondisi setempat.
Sejumlah komponen turutan memicu munculnya selisih harga antarwilayah. Faktor tersebut meliputi biaya pengiriman, kondisi geografis daerah, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), serta status wilayah seperti Free Trade Zone (FTZ).
Daftar Lengkap Tarif BBM Antarwilayah
Perbedaan harga antarwilayah tercatat pada beberapa provinsi dan area kawasan khusus di Indonesia. Rincian patokan harga untuk masing-masing daerah terbagi sebagai berikut.
Wilayah FTZ Sabang menetapkan Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp14.950, Pertamax Pertashop Rp14.850, Dexlite Rp18.450, serta Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Kawasan FTZ Batam memberlakukan Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.150, Pertamax Pertashop Rp15.050, Pertamax Turbo Rp17.400, Dexlite Rp18.700, Pertamina Dex Rp20.100, dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Area Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencatat tarif Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.650, Pertamax Pertashop Rp16.550, Pertamax Turbo Rp19.100, Dexlite Rp20.550, Pertamina Dex Rp22.100, dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Untuk Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), patokan harga mencakup Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950, Pertamax Pertashop Rp15.850, Pertamax Turbo Rp18.300, Dexlite Rp19.700, Pertamina Dex Rp21.150, serta Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencantumkan tarif Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.300, Pertamax Pertashop Rp16.200, Dexlite Rp20.150, dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Wilayah Papua menerapkan tarif Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.300, Pertamax Pertashop Rp16.200, Pertamax Turbo Rp18.700, Dexlite Rp20.150, serta Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Seluruh patokan tarif BBM tersebut terus berlaku di SPBU Pertamina hingga ada kebijakan baru dari pihak penyedia layanan.