Harga BBM Pertamina 13 Juli 2026 Masih Mengacu Tarif Awal Bulan

Share

Harga bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina (Persero) di seluruh wilayah Indonesia terpantau belum mengalami perubahan pada pekan kedua Juli 2026. Tarif yang berlaku saat ini masih mengacu pada kebijakan penyesuaian yang ditetapkan sejak awal bulan.

Dikutip dari Moladin, tiga varian produk nonsubsidi meliputi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tetap dijual dengan harga yang lebih rendah. Penurunan harga ketiga jenis bahan bakar tersebut merupakan hasil dari evaluasi berkala yang dilakukan setiap dua kali dalam sebulan.

Pertamina menetapkan penyesuaian harga nonsubsidi dengan mempertimbangkan berbagai faktor komprehensif. Beberapa komponen yang memengaruhi antara lain fluktuasi harga minyak mentah dunia, kondisi fiskal nasional, hingga tingkat daya beli masyarakat.

Berbeda dengan produk nonsubsidi lainnya, Pertamax dan Pertamax Green 95 terpantau tidak mengalami penyesuaian susulan. Tarif kedua jenis BBM tersebut masih bertahan pada level yang sama sejak kenaikan terakhirnya pada 10 Juni lalu.

Perbedaan harga antarwilayah di Indonesia masih terus berlaku hingga saat ini. Selisih tarif tersebut utamanya disebabkan oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di tiap daerah, kondisi geografis, serta ongkos distribusi yang bervariasi.

Masyarakat di kawasan Pulau Jawa meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur dapat mencermati rincian tarif yang berlaku. Beberapa produk subsidi dan nonsubsidi belum menunjukkan pergeseran angka dari awal Juli.

Daftar Harga BBM Pertamina Per Liter di Pulau Jawa 13 Juli 2026
Jenis BBM Harga Per Liter
Rp10.000 Rp6.800
Rp16.250 Rp16.150
Rp17.000 Rp19.300
Rp19.700 Rp21.150

Rincian Tarif BBM Pertamina di Berbagai Wilayah Indonesia

Bagi konsumen di luar Pulau Jawa, tarif yang ditetapkan Pertamina menyesuaikan dengan zonasi logistik dan kebijakan pajak setempat. Kawasan perdagangan bebas seperti Free Trade Zone (FTZ) mendapatkan skema tarif khusus yang berbeda.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), harga yang berlaku sama persis dengan wilayah Jawa, seperti Pertamax seharga Rp16.250 per liter dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter. Sementara itu, wilayah Papua, Maluku, Maluku Utara, dan sebagian besar Sulawesi menetapkan tarif Pertamax sebesar Rp16.650 per liter serta Dexlite seharga Rp20.150 per liter.

Kawasan Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau memberlakukan harga Pertamax senilai Rp17.000 per liter dan Pertamina Dex seharga Rp22.100 per liter. Di wilayah FTZ Batam, tarif Pertamax berada di angka Rp15.500 per liter, sedangkan untuk FTZ Sabang dijual seharga Rp15.250 per liter. Nilai jual untuk produk subsidi seperti Pertalite dan Biosolar terpantau tetap seragam di seluruh Indonesia, masing-masing sebesar Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author