Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dongkrak Penjualan Motor Listrik

Share

Lonjakan penjualan sepeda motor listrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan hingga empat kali lipat sebagai dampak dari kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi baru-baru ini.

Peningkatan pertumbuhan pasar kendaraan roda dua bertenaga setrum ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Indomobil e-Motor, Pius Wirawan, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

"Jadi motor listrik growing terus, apalagi setelah kemarin ada kenaikan harga BBM, penjualan kita langsung naik 3-4 kali lipat," ujar Pius Wirawan, Chief Executive Officer (CEO) Indomobil e-Motor.

Kenaikan minat ini memicu fenomena baru di pasar kendaraan roda dua, di mana banyak pemilik kendaraan konvensional berbasis bensin mulai beralih melakukan tukar tambah.

"Bahkan kita sekarang sedang mengantisipasi informasi dari temen-temen showroom motor bekas, bahwa sekarang motor-motor bekas itu menumpuk karena banyak yang tuker tambah ke motor listrik," tambah Pius Wirawan, Chief Executive Officer (CEO) Indomobil e-Motor.

Menurut Pius, situasi saat ini menjadi momentum yang sangat ideal bagi masyarakat untuk berpindah ke kendaraan bebas emisi sebelum lonjakan permintaan di masa depan mengubah harga pasar.

"Sekarang masyarakat mulai mengantisipasi kalau harga BBM makin naik, tentunya mereka akan berat biaya operasionalnya. Mau nggak mau mereka harus tuker ke motor listrik," tutur Pius Wirawan, Chief Executive Officer (CEO) Indomobil e-Motor.

Dia juga memproyeksikan bahwa dominasi sepeda motor konvensional akan terus tergerus seiring dengan meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap efisiensi motor listrik.

"Kapan momennya? Sekarang. Karena belum banyak yang benar-benar aware ke motor listrik.

Kalau semua sudah aware, motor bensin mostly bakal ditukar tambah. Kemudian demand motor bensin bakal berkurang," kata Pius Wirawan, Chief Executive Officer (CEO) Indomobil e-Motor.

Sebagai informasi, penyesuaian harga komoditas energi nonsubsidi mencatat kenaikan nilai jual pada jenis Pertamax (RON 92) yang sebelumnya Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, serta Pertamax Green 95 (RON 95) yang merangkak naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author