Harga BBM Malaysia 25 Juni 2026 Turun, Bensin RON 95 Menjadi Rp 15.121
Apakah harga BBM di Malaysia mengalami perubahan? Pemerintah Malaysia kembali melakukan penyesuaian dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku efektif mulai 25 Juni 2026.
Dilansir dari Detik Oto, kebijakan terbaru ini membuat bensin dengan nilai oktan RON 95 di negeri jiran tersebut dijual pada kisaran harga setara Rp 15 ribuan per liter.
Penetapan tarif bahan bakar di Malaysia memiliki sistem pembaruan yang dilakukan secara rutin setiap satu minggu sekali.
Harga baru yang diumumkan oleh Kementerian Keuangan setempat akan berlaku mulai hari Kamis hingga hari Rabu pada pekan selanjutnya.
Penyesuaian yang ditetapkan pada tanggal 25 Juni ini merupakan penetapan harga mingguan ke-27 untuk siklus tahun 2026.
Berdasarkan laporan media lokal Paultan yang dikutip oleh Detik Oto, tarif BBM jenis bensin non-subsidi mencatatkan penurunan yang cukup signifikan.
Harga bensin RON 95 non-subsidi tercatat mengalami pemangkasan sebesar 25 sen.
Melalui penurunan tersebut, masyarakat kini dapat membeli BBM jenis ini di angka 3,47 ringgit per liter.
Jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs 1 ringgit sama dengan Rp 4.357, maka nominal tersebut setara dengan Rp 15.121 per liter.
Sebagai perbandingan, banderol bensin RON 95 non-subsidi di Malaysia terpantau masih lebih terjangkau apabila disandingkan dengan harga jual Pertamax di Indonesia.
Saat ini, Pertamax atau BBM bernilai oktan RON 92 di pasar domestik dipasarkan dengan harga Rp 16.250 per liternya.
Tidak hanya RON 95, bensin jenis RON 97 turut mendapatkan penyesuaian senada berupa penurunan sebesar 25 sen.
Para pengguna kendaraan yang membutuhkan bahan bakar RON 97 kini dapat memperolehnya dengan harga 4,10 ringgit per liter.
Nominal untuk BBM RON 97 tersebut kurang lebih setara dengan Rp 17.866 apabila dikonversikan.
Skema Subsidi Budi Madani dan Harga Solar
Di samping bahan bakar non-subsidi, pemerintah setempat tetap menjalankan program bensin RON 95 bersubsidi di bawah skema Budi Madani RON 95 yang sering disebut Budi95.
Tarif untuk bensin subsidi ini dipertahankan pada angka 1,99 ringgit per liter, atau jika dirupiahkan setara Rp 8.671.
Terdapat persyaratan khusus bagi masyarakat yang ingin mendapatkan fasilitas bensin subsidi ini.
Hak istimewa untuk membeli bensin RON 95 bersubsidi hanya diberikan kepada warga negara Malaysia yang memegang Surat Izin Mengemudi (SIM) aktif.
Selain itu, pemerintah juga secara tegas menetapkan batas kuota maksimal pembelian sebanyak 200 liter per bulan untuk setiap penerima manfaat.
Beralih ke sektor bahan bakar mesin diesel, penurunan harga juga dirasakan oleh para pengguna solar di negara tersebut.
Harga solar secara umum dilaporkan turun sebanyak 30 sen menjadi 4,07 ringgit per liter, atau setara dengan Rp 17.735.
Varian solar Euro 5 B7 juga ikut menyesuaikan dengan nominal baru sebesar 4,27 ringgit per liter yang senilai dengan Rp 18.607.
| Jenis Bahan Bakar | Harga (Ringgit/Liter) | Estimasi Rupiah |
|---|---|---|
| Bensin RON 95 (Non-Subsidi) | 3,47 | Rp 15.121 |
| Bensin RON 97 | 4,10 | Rp 17.866 |
| Bensin RON 95 (Subsidi Budi95) | 1,99 | Rp 8.671 |
| Solar / Diesel | 4,07 | Rp 17.735 |
| Solar Euro 5 B7 | 4,27 | Rp 18.607 |
| Solar (Sabah, Sarawak, Labuan) | 2,15 | Rp 9.368 |
| Diesel B10 & B15 (Mulai 1 Juli) | 2,10 | Rp 9.151 |
Terdapat pengecualian tarif untuk beberapa wilayah spesifik di Malaysia Timur.
Harga eceran bahan bakar jenis solar yang beredar di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan tidak mengalami perubahan.
Tarif di ketiga area tersebut tetap dipertahankan pada angka 2,15 ringgit per liter, atau sekitar Rp 9.368, dan akan berlaku hingga penghujung bulan ini.
Pemerintah juga telah mengagendakan penyesuaian tarif bahan bakar diesel campuran yang akan diimplementasikan pada awal bulan depan.
Terhitung mulai tanggal 1 Juli, warga negara Malaysia akan menikmati penurunan harga eceran bahan bakar diesel campuran B10 dan B15.
Tarif baru untuk jenis diesel campuran tersebut akan dipatok pada angka 2,10 ringgit per liter, yang apabila dikonversikan setara dengan Rp 9.151.
Kebijakan harga ini ditujukan bagi warga di Semenanjung Malaysia serta wilayah Sabah dan Sarawak.
Syarat untuk mendapatkannya pun memberlakukan ketentuan yang sama dengan skema subsidi Budi95 pada bahan bakar bensin RON 95.