Halodoc Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Lewat Inovasi Teknologi
Platform layanan kesehatan Halodoc memperkuat ekosistem kesehatan digital dari hulu ke hilir dengan meluncurkan rangkaian inovasi teknologi terbaru di Jakarta pada Senin (25/5/2026).
Langkah strategis ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan rasio dokter dan mempermudah akses obat-obatan di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Perusahaan kini memperkenalkan asisten digital HILDA yang terintegrasi ke WhatsApp serta fitur Family Care untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Chief Operating Officer Halodoc Alfonsius Timboel menjelaskan bahwa platform ini awalnya dibentuk demi menjawab kendala pemenuhan kebutuhan medis masyarakat.
"Jadi misi yang di awal kita buat itu memang benar-benar meng-address dua problem itu. Makanya solusinya pertama kali kita launching untuk pembelian obat dan telekonsultasi dengan dokter," ujar Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc.
Pihak manajemen menyatakan bahwa ekspansi layanan digital tersebut konsisten dilakukan sejak awal pendirian perusahaan demi membantu masyarakat luas.
"Dan waktu itu, kita didirikan karena memang untuk meng-address problem. Karena jumlah dokter di Indonesia itu sangat limited. Akses untuk cari dokter itu juga nggak gampang pada saat itu di Indonesia," sambung Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc.
Sistem operasional Halodoc terus bertransformasi secara dinamis dengan mengadopsi masukan dari para pengguna dan mitra tenaga medis.
"Jadi dulu itu memang kita terus berkembang, terus mendengarkan apa feedback dari pasien, apa feedback dari customer, apa feedback dari dokter, sampai kita terus berinovasi," kata Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc.
Aplikasi telekonsultasi ini telah berevolusi menjadi ekosistem terpadu yang menghubungkan pasien dengan apotek, laboratorium, dan fasilitas kesehatan berlisensi.
"Hari ini, kami bersyukur dapat melayani jutaan masyarakat Indonesia, mulai dari konsultasi dokter, pembelian obat, layanan laboratorium, hingga pemantauan kesehatan keluarga. Milestone terbesar kami bukanlah peluncuran produk, melainkan momen-momen ketika teknologi benar-benar membantu kehidupan masyarakat, termasuk saat pandemi COVID-19,"
"Memasuki dekade berikutnya, kami fokus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah seiring berjalannya waktu," ungkap Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc.
Layanan asisten digital HILDA tercatat telah memfasilitasi lebih dari 2 juta sesi interaksi pengguna sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2025.
Fitur baru Halodoc on WhatsApp kini dihadirkan tanpa kewajiban mengunduh aplikasi atau melakukan proses login untuk menyasar pengguna internet di Indonesia.
Sementara itu, fitur Family Care dirancang terintegrasi guna mendokumentasikan rekam medis dan riwayat kesehatan seluruh anggota keluarga dalam satu tampilan khusus.
"Misi Halodoc untuk menyederhanakan layanan kesehatan berarti menyederhanakan untuk semua orang dari berbagai lapisan masyarakat. Termasuk mereka yang selalu di depan layar maupun yang lebih nyaman dengan WhatsApp sehari-hari, dari generasi lansia, pekerja harian, hingga para caregiver yang didominasi oleh ibu, yang menjaga kesehatan keluarga," kata Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.
Inovasi wadah komunikasi ini diproyeksikan mampu mengakomodasi manajemen kesehatan keluarga di tengah kesibukan aktivitas harian konsumen.
"Halodoc on Whatsapp dan Family Care dirancang untuk hadir di titik di mana masyarakat sudah berada, sehingga kebutuhan kesehatan keluarga bisa dikelola di sela-sela aktivitas sehari-hari, tanpa memberikan beban tambahan bagi mereka," sambung Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.
Seluruh pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan dikawal langsung oleh Board of Medical Excellence untuk menjamin kepatuhan regulasi medis.
"Halodoc tumbuh bersama tenaga kesehatan sejak hari pertama. Kualitas layanan dan kepatuhan regulasi menjadi standar yang kami bangun sejak awal, dan BoME memastikan setiap inovasi tetap berpijak pada prinsip clinical safety," jelas dr Irwan Heriyanto, MARS, Chief Medical Officer Halodoc.
Perusahaan menegaskan bahwa pemanfaatan aspek teknologi digital dikembangkan untuk mendukung, bukan menggantikan peran para tenaga kesehatan.
"Tidak ada bagian dari inovasi kami yang dirancang untuk menggantikan peran tenaga kesehatan-sebaliknya, teknologi dan inovasi ini hadir untuk memperkuat layanan yang mereka berikan, dan harapannya dapat mempermudah perjalanan medis, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan," sambung dr Irwan Heriyanto, MARS, Chief Medical Officer Halodoc.
Guna meningkatkan kompetensi profesi, Halodoc juga memperbarui program Halodoc Academy yang kini telah diikuti oleh lebih dari 123.000 peserta lintas sektor medis.