Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Evaluasi Penugasan Usai Personel Gugur

Share

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengevaluasi kondisi kesehatan personel dan pemetaan wilayah rawan usai gugurnya Kepala Regu Damkar Sektor Cipayung, Andriyono, saat menangani kebakaran di Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Andriyono dan berjanji memenuhi seluruh hak almarhum. Penanganan awal sempat diberikan di lokasi sebelum korban dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda hingga dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menegaskan langkah evaluasi kesehatan fisik personel akan diperketat dalam penugasan di lapangan.

"Iya pasti (evaluasi) ya. Itu contohnya Pak Andriyono yang itu sudah terpetakan sebenarnya," ujar Bayu Meghantara, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut penjelasan resmi, almarhum memiliki riwayat sakit jantung sejak Desember 2025 dan baru memasang ring pada Februari 2026. Oleh karena itu, penugasan yang diberikan terbatas pada pemantauan kesiapan pasokan air tanpa terjun langsung ke titik api.

"Jadi kami tugaskan dia untuk memonitor karena kan dia danru ya, dia memonitor anggota yang terkait dengan kesiapan apa sumber air karena bagaimanapun sumber air menjadi pasokan utama kami gitu," ujar Bayu.

Selain penyesuaian kondisi fisik personel, pencegahan dan penanganan di kawasan rawan kebakaran juga terus ditingkatkan, khususnya selama musim kemarau.

"Kami punya struktur namanya satuan tugas di level kelurahan. Nanti akan mengevaluasi kembali terkait dengan keberadaan-keberadaan lokasi-lokasi yang memang bisa menimbulkan kebakaran, kira-kira seperti itu. Dan insyaallah ini terus dilakukan dengan jajaran di wilayah," kata Bayu.

Bayu mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran di area terbuka yang dipenuhi material kering.

"Terutama itu tadi daerah-daerah terbuka ya, biasanya apa ranting apa namanya sampah gitu ya kalau terbakar sedikit tuh pasti rembetannya cepat apalagi dalam situasi yang kering, kira-kira itu," lanjut Bayu.

Duka mendalam juga disampaikan atas pengabdian almarhum yang telah bertugas mendampingi operasi penanganan kebakaran di wilayah Jakarta Timur.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Bayu Megantara, Minggu (2/8/2026).

Peristiwa terjadi saat 10 unit mobil pemadam dan 50 personel dikerahkan untuk memadamkan tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh. Saat melakukan penyambungan selang air, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri dada.

"Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis. Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung," ungkap Bayu.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Damkar dki jakarta kebakaran
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author