Gubernur Banten Menata Kawasan Industri Serang Barat Pasca Konflik

Share

Gubernur Banten Andra Soni menyiapkan langkah penataan kawasan industri Serang Barat pada Jumat (7/8/2026) guna mengatasi berbagai persoalan masyarakat akibat pengelolaan wilayah yang belum optimal, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Apa yang terjadi kepada masyarakat di sana saat ini merupakan dampak dari penataan yang kurang optimal sehingga menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Padahal, jika dilakukan penataan yang baik, daerah di sana mempunyai potensi besar untuk maju," kata Andra Soni, Gubernur Banten.

Langkah pembenahan fokus pada tiga wilayah utama kawasan industri, yakni Kecamatan Bojonegara, Puloampel, dan Kramatwatu. Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemkab Serang dan pemerintah pusat bakal menyelaraskan seluruh dokumen perencanaan pembangunan.

"Penataan itu meliputi pembangunan infrastruktur jalan berikut drainasenya, peningkatan kualitas udara, pelayanan kesehatan dan pendidikan masyarakat, peningkatan perekonomian masyarakat, penghijauan yang berkelanjutan, hingga peningkatan ekosistem bawah laut," ujar Andra Soni.

Proses integrasi ini diharapkan mampu mendorong perbaikan aksesibilitas sekaligus meningkatkan standar hidup warga yang tinggal di sekitar pusat industri tersebut.

"Dengan penataan itu, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan dampak perekonomian, tetapi aksesibilitas di sana juga menjadi lebih baik. Begitu pula dengan kualitas kesehatan dan kualitas hidup masyarakat," tambah Andra Soni.

Kawasan Serang Barat saat ini ditopang oleh puluhan perusahaan besar dan sarana transportasi laut yang dinilai menjadi modal utama pertumbuhan daerah.

"Apalagi dilengkapi dengan fasilitas pelabuhan. Potensi itu harus berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat, bukan justru menjadi sumber permasalahan," ucap Andra Soni.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author