Pep Guardiola Meminta Premier League Tidak Mengintervensi Rotasi Pemain Crystal Palace
Manajer Manchester City Pep Guardiola meminta operator Premier League untuk tidak mencampuri kebijakan rotasi pemain yang direncanakan oleh manajer Crystal Palace Oliver Glasner menjelang pekan terakhir liga pada 24 Mei 2026.
Langkah pembelaan tersebut dilontarkan Guardiola karena laga antara Crystal Palace dan Arsenal berpotensi menjadi penentu dalam perebutan takhta juara kompetisi, seperti dilansir dari Bola.
Di sisi lain, Crystal Palace juga sedang dihadapkan pada jadwal padat untuk mempersiapkan diri menghadapi partai final Conference League melawan Rayo Vallecano pada 28 Mei mendatang.
Rencana Oliver Glasner untuk mengistirahatkan sejumlah pilar inti demi menjaga kebugaran skuad memicu perdebatan mengenai integritas kompetisi, sebab Arsenal dinilai mendapatkan keuntungan dalam persaingan gelar.
Kendati demikian, Guardiola menilai bahwa seorang juru taktik memiliki wewenang penuh dalam menentukan susunan pemain demi kebaikan tim yang diasuhnya.
"Biarkan para pelatih melakukan apa yang harus mereka lakukan," ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Pria asal Spanyol itu menambahkan bahwa keterlibatan operator liga yang minim dalam urusan teknis seperti ini justru akan berdampak positif bagi seluruh pihak.
"Semakin sedikit Premier League terlibat dalam keputusan-keputusan seperti ini, akan lebih baik untuk semua pihak. Jadi biarkan saja para pelatih menentukan apa yang harus mereka lakukan. Tidak ada masalah," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Manchester City sendiri saat ini tengah berjuang menjaga asa juara dengan target mengalahkan Crystal Palace pada Kamis (14/05/2026) dini hari WIB demi memangkas selisih menjadi dua poin dari Arsenal.
Apabila The Citizens mampu mengamankan poin penuh saat bersua Bournemouth setelahnya, maka penentuan trofi Premier League musim ini dipastikan bergulir hingga laga pamungkas.