Gregor Kobel Andalkan Intuisi Hadapi Argentina di Perempat Final

Share

Kiper tim nasional Swiss Gregor Kobel mengandalkan kombinasi intuisi kuat dan persiapan khusus menjelang laga krusial babak perempat final Piala Dunia 2026 melawan Argentina pada Minggu, 12 Juli 2026.

Penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut menjadi pahlawan kemenangan Swiss setelah menggantikan posisi Yann Sommer yang pensiun. Dilansir dari media Swiss Blick, Kobel mencatatkan performa gemilang dengan melakukan 16 penyelamatan dan hanya kebobolan tiga gol selama turnamen berlangsung.

Kobel membagikan rahasia uniknya dalam menjaga gawang, termasuk kebiasaan mengoleskan pelumas tertentu sebelum pertandingan dimulai demi meningkatkan daya cengkeram terhadap bola baru.

"In den Spielen verwenden wir immer neue Bälle. Jeder Ball hat eine Kunststoffbeschichtung, und wenn diese nass wird, wird sie rutschig wie Seife. Deshalb benutze ich Vaseline für besseren Halt" kata Gregor Kobel, Kiper Timnas Swiss.

Selain trik fisik tersebut, penjaga gawang klub Borussia Dortmund ini menegaskan bahwa dirinya tidak hanya bergantung pada analisis data konvensional saat menghadapi tendangan penalti lawan.

"Das habe ich noch nie gemacht. Ich treffe meine Entscheidungen auf Basis einer Kombination aus Statistiken über die Schusspositionen der Spieler und meiner Intuition, wobei die Intuition wahrscheinlich wichtiger ist" tutur Gregor Kobel, Kiper Timnas Swiss.

Kehadiran keluarga di lokasi turnamen turut diakui Kobel menjadi faktor penting yang menjaga stabilitas mental dan performanya di atas lapangan hijau.

"Ich bin stolz, wenn ich auf den Platz trete und die Hymne höre" ucap Gregor Kobel, Kiper Timnas Swiss.

Pelatih Swiss Murat Yakin memberikan kebebasan bagi para pemain untuk bertemu keluarga, yang dinilai Kobel sangat membantu untuk melepas penat sebelum kembali fokus bertanding.

"Das ist super wichtig" ujar Gregor Kobel, Kiper Timnas Swiss.

Ketenangan mental ini mendukung dedikasi tinggi Kobel yang sudah terlihat sejak masa kecilnya di FC Seefeld dan Grasshopper Club Zurich (GC).

"ich bin ein Familienmensch und liebe meine Familie sehr. Es ist wichtig, dass du einen kleinen Ausgleich hast mit der Familie. Um runterzukommen und dann wieder mit Power in die Spiele zu gehen. Muri gibt uns Freiheiten, das schätze ich sehr" tambah Gregor Kobel, Kiper Timnas Swiss.

Mantan pelatih masa kecil Kobel mengenang sang kiper sebagai sosok yang sangat disiplin dan tangguh, bahkan tetap ingin berlatih keras meski dalam kondisi cedera parah.

"So, fertig jetzt. Gehen wir unter die warme Dusche!" kata Fred Zbinden, Mantan Pelatih Kiper Kobel.

Kobel menolak berhenti berlatih saat itu meskipun cuaca sangat dingin dan kondisi fisik rekan-rekannya sudah kelelahan.

"Und dann sagt Greg: ‹Sie, Herr Zbinden, muss das sein? Die Trainingszeit ist noch nicht vorbei.› Und du bist dort gestanden und hast gefroren und der andere denkt nur ans Trainieren. Das ist Gregi" kenang Fred Zbinden, Mantan Pelatih Kiper Kobel.

Ketangguhan mental dan fisik tersebut kini menjadi modal utama Swiss yang menempati peringkat kedua pertahanan terbaik di antara delapan tim perempat final Piala Dunia 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author