Greg Abel Pertahankan Saham Coca-Cola Milik Berkshire Hathaway di 2026
Greg Abel, CEO baru Berkshire Hathaway sejak akhir 2025, mempertahankan posisi saham Coca-Cola sebesar 400 juta lembar yang sudah dimiliki sejak era Warren Buffett.
Posisi ini merupakan salah satu yang terbesar dan tertua dalam portofolio investasi Berkshire. Pada akhir kuartal pertama 2026, nilai saham Coca-Cola mencapai 30,8 miliar dolar AS dan terus naik menjadi 35,9 miliar dolar AS, meningkat 5,08 miliar dolar AS sejak awal tahun, menurut benzinga.com.
Sejak akhir 2025, nilai investasi Berkshire di Coca-Cola naik lebih dari 7,9 miliar dolar AS, menunjukkan keberhasilan strategi investasi jangka panjang perusahaan tersebut.
Greg Abel menyatakan dalam surat kepada pemegang saham bahwa perusahaan mempertahankan saham di Coca-Cola, Apple, American Express, dan Moody’s karena memahami bisnis tersebut dan menghargai kepemimpinan mereka.
"Apple, American Express, Coca-Cola, dan Moody's – bisnis yang kami pahami dengan baik, kami sangat menghargai para pemimpinnya, dan kami berharap mereka akan terus berkembang dalam beberapa dekade mendatang," ujar Abel.
Abel juga menunjukkan bahwa mempertahankan saham Coca-Cola adalah keputusan tepat karena kinerja perusahaan yang kuat pada kuartal kedua 2026.
Coca-Cola melaporkan pertumbuhan volume minuman bersoda sebesar 4% secara tahunan dan peningkatan 6% pada segmen air, olahraga, kopi, dan teh. Pertumbuhan ini didukung oleh kesuksesan merek Coca-Cola dan Powerade selama Piala Dunia 2026, dengan volume merek dagang Coca-Cola mencapai pertumbuhan terbaik dalam 17 tahun terakhir.
Perusahaan juga menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan organik dan laba per saham untuk tahun penuh 2026.
Kinerja positif Coca-Cola diyakini dapat membantu saham Berkshire Hathaway bangkit, yang kini berada di level tertinggi dalam delapan bulan terakhir dengan kenaikan 2,9% sejak awal tahun, meskipun masih tertinggal dari indeks S&P 500 yang naik 7,9% pada periode yang sama.
Menurut finance.yahoo.com, Berkshire Hathaway telah menghasilkan hampir 8 miliar dolar AS keuntungan dan 424 juta dolar AS dividen dari saham Coca-Cola pada tahun 2026.
Investasi Berkshire pada Coca-Cola dimulai pada akhir 1980-an dan selesai dengan akuisisi 400 juta saham pada 1994. Posisi ini kini menjadi yang ketiga terbesar dalam portofolio Berkshire, menyumbang hampir 10% dari total modal.
Coca-Cola dianggap sebagai saham barang konsumen yang tahan banting, cocok dimiliki saat kondisi ekonomi tidak menentu. Perusahaan juga mampu beradaptasi dengan tren konsumen yang berubah, menyediakan beragam produk mulai dari soda rendah gula, air, kopi, hingga teh.
Selain itu, Coca-Cola berhasil mengelola dampak tarif aluminium dan baja yang diterapkan tahun lalu berkat rantai pasokan yang kuat.