Google DeepMind Rekonstruksi Gol Legendaris Pele Gunakan Kecerdasan Buatan

Share

Google DeepMind merekonstruksi momen historis "Gol da Rua Javari" milik legenda sepak bola Pele yang tidak pernah terekam kamera menggunakan model kecerdasan buatan (AI) mutakhir dalam ajang Cannes Lions pada Selasa, 23 Juni 2026.

Proyek pelestarian budaya ini menggabungkan fragmen sejarah, arsip penyiaran, serta kolaborasi penuh bersama sejarawan, jurnalis olahraga, legenda sepak bola, dan pihak keluarga melalui Pele Brand. Rekonstruksi visual tersebut memanfaatkan model generatif Gemini Omni dan Veo 3 untuk mengubah catatan sejarah menjadi gambar bergerak di lapangan asli Rua Javari dengan seragam dan bola otentik dari era tersebut.

Langkah teknologi ini diambil tepat saat Piala Dunia FIFA 2026 berlangsung, yang menjadi turnamen besar pertama sejak berpulangnya Pele pada Desember 2022. Pemain sepak bola top masa kini dilibatkan sebagai pemeran pengganti untuk melatih model AI dengan gerakan atletis yang nyata.

Pihak pengembang menghadapi tantangan besar dalam menyatukan seni sepak bola dengan akurasi sejarah melalui teknologi kontrol performa.

"Recreating the ‘lost’ goal of a legend like Pelé meant respecting the athleticism and artistry of football, something generative tools have struggled with. To get it right, we used Performance Control to blend motion performance with historical and cultural archives from Pelé’s era, and worked with some of today’s best footballers as stunt players to further condition the models. These steps ensured the video felt true to life. This project reflects our long-standing approach: give artists the best generative tools to expand their craft and tell entirely new stories." kata Doug Eck, Senior Research Director di Google DeepMind.

Tim kreatif menegaskan bahwa validitas data sejarah menjadi prioritas utama sepanjang proses pengerjaan visual ini.

"This project was a massive collaboration between historians, creatives, technologists, and the Pelé brand. Because we are visualizing a legendary moment ensuring historical accuracy and authenticity has been our paramount objective." kata KK Walker, Executive Creative Director di Google AI dan Gemini.

Keterlibatan pengelola resmi warisan Pele memastikan bahwa penggunaan inovasi ini tidak bertujuan untuk mengada-ada, melainkan memulihkan fakta yang sempat hilang.

"Pelé’s legacy must always be treated with care, respect, and responsibility. This project reflects exactly what Pelé Brand stands for: preserving his history, keeping his impact alive, and finding meaningful ways to introduce his genius to new generations. Together with Google, we are using innovation not to reinvent the past, but to help the world experience a real moment that was never captured on film." kata Neymar Santos Sr., Pendiri dan Presiden NR Sports yang mengelola Pele Brand.

Hasil rekonstruksi digital dari gol yang dicetak pada 2 Agustus 1959 ini dijadwalkan akan dikirim ke Museum Pele akhir tahun ini untuk menjadi bagian dari catatan budaya permanen, serta akan disiarkan melalui kanal YouTube resmi Google.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author