Girona Menghadapi Leganés pada Laga Pembuka LaLiga Hypermotion
Girona FC bersiap melakoni laga perdana LaLiga Hypermotion musim 2026/2027 melawan CD Leganés di Stadion Municipal de Montilivi pada Minggu (16/8/2026) pukul 19.00 CEST. Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi skuad tuan rumah yang mengincar promosi kembali ke kasta tertinggi Spanyol.
Persiapan Girona diwarnai ketidakpastian bursa transfer dan absennya sejumlah pemain kunci. Pelatih anyar Girona, Quique Álvarez, mengonfirmasi Portu, Azzedine Ounahi, dan Unai Hernandez dipastikan absen. Portu belum mendapat izin medis, Ounahi terlambat bergabung usai Piala Dunia, sementara Viktor Tsygankov menolak bermain karena ingin hengkang dari klub.
Kondisi ini menambah rumit situasi internal Girona yang baru memenangkan satu dari tujuh laga persahabatan pra-musim. Álvarez menegaskan pentingnya komitmen dari seluruh anggota tim di tengah rumor kepindahan para pemain pilar.
"Semua akan tersedia, kecuali Portu, Ounahi, dan Unai. Saya sudah berbicara dengan semuanya, tidak ada yang perlu saya sembunyikan. Dan sekarang saya yang memutuskan, dari sudut pandang fisik, kompetitif, dan mental. Yang bertanding adalah mereka yang saya anggap siap bersaing paling baik," kata Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Sektor pertahanan menjadi perhatian utama pelatih menjelang laga pembuka ini. Álvarez mengakui kedalaman skuad di lini belakang masih sangat minim sebelum penutupan bursa transfer.
"Saya tidak membuka rahasia apa pun, sudah terlihat bahwa kita kekurangan orang di belakang. Itu akan tiba nanti. Saya lebih suka timing yang berbeda, tetapi inilah keadaannya.
Energi saya tidak bisa terbuang untuk memikirkan apa yang mungkin terjadi, melainkan pada apa yang saya miliki. Dengan apa yang kami punya, kami siap bersaing dengan baik. Kami akan berkembang nanti, tetapi kami siap," ujar Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Spekulasi kepindahan juga menimpa nama-nama seperti Arnau Martinez, Ivan Martin, dan Alex Moreno. Álvarez menekankan bahwa ia hanya akan mengandalkan pemain yang memiliki fokus penuh pada klub.
"Mereka adalah pemain klub dan mereka berada di sini. Melihat semua aspek yang melingkupi seorang pesepak bola, saya akan menentukan siapa yang terbaik untuk bermain," tutur Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Ia menyoroti pentingnya loyalitas dan kesiapan mental para pemain menjelang bergulirnya liga.
"Itu tergantung pada banyak hal, tidak hanya pada saya. Itu tergantung pada keinginan mereka untuk bertahan, tetapi mereka profesional dan, setahu saya, semuanya memiliki kontrak di sini. Kita lihat saja dua minggu ini, tetapi saya membutuhkan pemain yang ada dan ingin berada di Girona.
Itu sangat jelas bagi saya. Memang benar sekarang mungkin mereka belum terhubung, tetapi mungkin dalam seminggu mereka akan terhubung. Mereka sudah bagus.
Semuanya bagus. Tetapi pemain yang benar-benar bagus adalah mereka yang terhubung," pukas Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Mengenai minimnya opsi di lini belakang, sang pelatih kembali memberikan pandangannya terkait komposisi tim saat ini.
"Sektor di mana kita paling lemah adalah di belakang, di mana jumlah orang lebih sedikit. Sisanya tergantung apakah ada yang keluar. Di depan kita punya cukup banyak orang dan kondisi kita baik," ungkap Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Kompetisi yang dimulai saat bursa transfer masih dibuka juga dinilai Álvarez sebagai tantangan tersendiri bagi kesiapan tim.
"Setiap tahun selalu sama, seperti hari marmut (repetitif). Sangat rumit bekerja seperti ini dan di tahun Piala Dunia semuanya berjalan lebih lambat. Klub-klub bergerak lebih lambat.
Ketika Liga dimulai, barulah kebutuhan terlihat dan rantai itu dimulai. Ini tidak ideal, tidak, tetapi sistemnya memang begini dan kita harus hidup dengannya sebaik mungkin. Anda bertemu dengan orang-orang yang pikirannya tidak di sini… Saya telah berusaha melakukan yang terbaik, sejujurnya," jelas Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Álvarez bertekad membawa Girona tampil dominan di Montilivi meski menyadari tantangan berat yang menanti.
"Mentalitas saya adalah menyerang, tetapi dari keseimbangan. Di musim panas Anda harus menyikapi hasil dengan tenang, kita harus memiliki perspektif. Saya ingin kita menjadi protagonis dalam serangan, tetapi kita harus memiliki keseimbangan, yang di situlah letak kekuatan kita," kata Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Mengenai dukungan suporter, ia berharap publik Montilivi memberikan dukungan penuh sejak pekan pertama.
"Kepada para penggemar saya tidak bisa mengatakan apa-apa, saya berharap mereka telah menerima kenyataan degradasi dan datang memberi semangat seperti biasanya. Setelah beberapa tahun yang luar biasa, masa kejayaan tidak berakhir dengan cara terbaik dan itu menyakitkan. Tetapi orang-orang harus tahu bahwa Segunda itu panjang dan akan ada momen-momen sulit.
Saya berharap tidak, tetapi mungkin momen itu datang pada pertandingan pertama. Dari sisi saya, saya akan berusaha membuat mereka bangga dan teridentifikasi dengan tim. Kita harus memberikan energi.
Dan saya, jika boleh memilih, lebih suka memulai di kandang, bersama orang-orang saya," tambah Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Ia juga telah menganalisis kekuatan calon lawannya, CD Leganés, yang kini ditangani pelatih Rubén Albés.
"Jelas lebih baik ketika Anda memiliki rekaman pertandingan Liga, karena di pra-musim ada banyak uji coba dan perubahan. Dua minggu kompetisi ini memang tidak ideal, tetapi untungnya sekarang tidak seperti dulu, sekarang ada video untuk semuanya. Leganés mungkin belum terbentuk sepenuhnya, tetapi kita sudah tahu ide mereka dan saya kenal pelatihnya," kata Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Álvarez mengapresiasi kontribusi pemain muda serta profesionalisme anggota skuad di tengah dinamika bursa transfer.
"Energi dari para pemain muda, dan juga profesionalisme dari banyak pemain. Mungkin mereka tidak terlibat seratus persen, tetapi melihat situasi mereka, saya berterima kasih atas sikap yang telah mereka tunjukkan," puji Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Namun, ia menegaskan beberapa aspek permainan masih perlu pembenahan secara menyeluruh.
"Kami harus memperbaiki cukup banyak hal. Memang benar kami belum solid sepanjang pertandingan. Kami hanya memiliki momen-momen bagus dan itu adalah aspek yang harus diperbaiki. Dalam mini-pertandingan, kami harus memanfaatkan momen baik dan mengendalikan momen buruk," tegas Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Álvarez menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kerendahan hati dalam mengarungi ketatnya divisi dua.
"Saya suka bermain, tetapi yang terpenting adalah bersaing. Dan bersaing itu bukan sekadar bermain. Sangat bagus memegang bola, tetapi tanpa bola Anda juga harus bagus.
Saya mencoba menanamkan ini: mereka telah melakukan hal-hal luar biasa tahun-tahun ini, tetapi itu tidak menjamin kesuksesan. Segunda sangat keras, kita harus memiliki kerendahan hati: kita dilabeli sebagai favorit, tetapi itu hanya akan membuat kita lebih kesulitan. Kami ingin mendominasi, tetapi kami harus tahu cara mengelola semua fase permainan," tutup Quique Álvarez, Pelatih Girona FC.
Di sisi lain, Leganés datang dengan perombakan skuad secara masif setelah mendepak 13 pemain dan mendatangkan 10 pilar baru, termasuk Luca Zidane, Kebir Ali Akhedmeu, dan Munir El Haddadi. Tim tamu dipastikan tampil tanpa Franquesa, Diawara, dan Gothler akibat cedera. Wasit Iosu Galech ditunjuk untuk memimpin jalannya laga ini.