Jonatan Giráldez Akui Barcelona Lebih Berkualitas di Area Penalti
Pelatih OL Lyonnais Jonatan Giráldez menyatakan bahwa efektivitas di area penalti lawan menjadi pembeda utama setelah timnya takluk 4-0 dari Barcelona dalam laga final Liga Champions Wanita di Ullevaal Stadion, Oslo, pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Kekalahan telak tersebut menggagalkan ambisi klub Prancis itu untuk meraih gelar juara Eropa musim ini. Giráldez menilai skuad asuhannya sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit, terutama sepanjang babak pertama.
Mantan arsitek taktik Barcelona tersebut menyoroti ketajaman barisan penyerang lawan sebagai faktor penentu yang membuat timnya terkapar di Oslo.
"La principal diferencia ha estado en la calidad que han mostrado ellas en las áreas. Son las mejores del mundo en su posición, y tanto Pajor como Paralluelo han marcado las diferencias" ujar Jonatan Giráldez, Pelatih OL Lyonnais.
Kendati gagal mencetak angka, sang juru taktik menegaskan bahwa Lyon memiliki performa yang cukup baik untuk membobol gawang lawan berdasarkan banyaknya peluang yang tercipta.
"Por volumen de ocasiones", el OL Lyonnes mereció "al menos un gol" en una primera parte en la que logró incomodar al conjunto azulgrana, poco habitual con solo un 42% de posesión" kata Jonatan Giráldez.
Strategi Lyon dinilai berjalan baik pada paruh pertama laga karena mampu membatasi ruang gerak permainan dominan yang biasa diperagakan oleh para pemain Barcelona.
"En la primera parte hemos tenido bastante control del partido. Ellas no se han sentido cómodas y hemos generado situaciones para poder marcar. En esos primeros 45 minutos apenas han tenido una ocasión" lanjut Jonatan Giráldez.
Keseimbangan laga mulai berubah setelah Barcelona mencetak gol pembuka akibat kesalahan lini tengah Lyon, diikuti oleh skema serangan balik cepat yang menggandakan keunggulan lawan.
"un contraataque perfecto" ucap Jonatan Giráldez.
Setelah tertinggal dua gol, klub asal Prancis tersebut terpaksa bermain lebih terbuka untuk mengejar defisit skor, yang kemudian berujung pada kebobolan beruntun berikutnya.
"100% de la responsabilidad" kata Jonatan Giráldez.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa perjalanan musim ini tidak bisa dilabeli sebagai kegagalan total mengingat proses adaptasi besar-besaran yang terjadi di dalam tubuh tim.
"Ha sido un año con nueve jugadoras nuevas y un staff también muy renovado. Ahora tenemos dos días para curar las penas, sabiendo que la semana que viene tenemos la final de Liga. Tener la posibilidad de ganarla nos permitiría irnos con un buen sabor de boca" pungkas Jonatan Giráldez.