Gianni Infantino Perkuat Posisi di FIFA di Tengah Kontroversi

Share

Presiden FIFA Gianni Infantino kini berada dalam posisi politik yang lebih kuat dari sebelumnya di tengah berbagai polemik yang melanda turnamen Piala Dunia 2026 pada Kamis, 9 Juli 2026. Berbagai kritik muncul mulai dari mahalnya harga tiket, isu pengucilan tim nasional, hingga intervensi politik terkait pembatalan skorsing pemain Amerika Serikat atas tekanan Donald Trump.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, badan sepak bola dunia tersebut diperkirakan tetap meraup pendapatan sekitar US$9 miliar secara langsung dari Piala Dunia 2026 di bawah kepemimpinan Infantino. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar US$2 miliar jika dibandingkan dengan edisi Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar.

Kritik tajam dari aspek hukum dan regulasi sempat mencuat setelah FIFA mengizinkan penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun tetap bermain meskipun sedang menjalani masa hukuman skors akibat kartu merah.

"Persoalannya kini bukan lagi sekadar apakah kartu merah awal itu pantas diberikan," kata Nick De Marco, pengacara olahraga yang berbasis di Inggris. "Masalahnya adalah apakah FIFA telah merusak integritas Piala Dunia sekaligus kewibawaannya sendiri sebagai regulator sepak bola dunia."

Meskipun mendapat desakan pengunduran diri dari politisi Inggris dan Belgia akibat intervensi tersebut, posisi Infantino dinilai tetap kokoh menjelang pemilihan presiden FIFA tahun 2027. Gelombang protes dari Eropa juga mendapatkan respons keras dari tokoh-tokoh sepak bola legendaris yang mengkritik komunikasi internal antara Infantino dan Donald Trump.

"Ini adalah olahraga kami, bukan milik mereka," kata mantan manajer Liverpool FC, Jurgen Klopp. "Jika Donald Trump dan Gianni Infantino benar-benar menyelesaikan persoalan ini hanya di antara mereka berdua, itu adalah kegilaan. Hal itu membuat segala sesuatu dipertanyakan."

Kendati demikian, dukungan dari mayoritas federasi sepak bola di Asia, Amerika Selatan, dan Afrika dipastikan membuat Infantino menjadi kandidat tunggal dalam Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko. Keberhasilan finansial dan perluasan kuota menjadi 48 tim membuat asosiasi anggota tetap berpihak pada kepemimpinannya.

"FIFA berada dalam posisi terbaik sepanjang sejarahnya," kata Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman.

Piala Dunia 2026 mencatatkan lonjakan transaksi ekonomi di kota-kota tuan rumah sebesar 6,3 persen berdasarkan data Bank of America, dengan total hadiah turnamen meningkat menjadi US$871 juta. Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2027.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author