Generasi Emas 2005 Siap Pimpin Timnas Turki di Piala Dunia 2026
Trio talenta muda kelahiran tahun 2005 siap memimpin tim nasional Turki yang kembali ke panggung dunia setelah absen selama 24 tahun pada laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026 melawan Australia di Kanada, Minggu, 14 Juni 2026.
Kehadiran Arda Guler dari Real Madrid, Kenan Yildiz dari Juventus, dan Can Uzun dari Eintracht Frankfurt menjadi fenomena langka bagi Turki yang terakhir kali tampil pada tahun 2002 silam.
Pelatih kepala Vincenzo Montella kini mengalihkan fokus penuh kepada skuad yang tersisa setelah Federasi Sepak Bola Turki (TFF) resmi memulangkan dua pemain dari pemusatan latihan di Arizona karena alasan kebugaran dan taktis.
Guler menjadi figur paling disorot setelah mencatatkan musim terbaiknya di Liga Spanyol dengan tampil sebanyak 51 kali di semua kompetisi serta mengemas 6 gol dan 12 asis untuk Real Madrid.
Mantan pelatihnya di akademi Fenerbahce, Erol Tokgozler, mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan olah bola sang pemain sejak usia dini.
"The ball was like another limb, a third foot. He could do anything he set his mind to. And the best of all is that in each situation he had two, three, four or five alternatives, five different plans. The location of the field didn’t matter. He plays football with his mind." kata Erol Tokgozler, Mantan Pelatih Pemuda Fenerbahce.
Koleganya di tim nasional Turki, Ferdi Kadioglu, turut memberikan pengakuan atas kualitas istimewa yang dimiliki oleh gelandang serang Real Madrid tersebut.
"He’s an amazing player with special qualities," ujar Ferdi Kadioglu, Pemain Timnas Turki.
Kadioglu menambahkan bahwa tekanan besar yang dihadapi justru membentuk karakter Guler yang kini memiliki pengikut media sosial mencapai hampir 18 juta orang.
"He shows amazing things when he’s on the pitch with us, and for sure he will feel the pressure but that makes him also the player he is." kata Ferdi Kadioglu, Pemain Timnas Turki.
Guler sempat mengalami cedera pada akhir musim, namun Kadioglu menegaskan bahwa kondisi fisik rekannya kini telah jauh meningkat dan siap menghadapi turnamen besar.
"I think now the whole world knows who Arda is," ujar Ferdi Kadioglu, Pemain Timnas Turki.
Kadioglu menilai adaptasi Guler di Madrid berjalan sangat baik, terutama dalam meningkatkan ketahanan fisik di tengah persaingan skuad yang ketat.
"This season he is playing regularly. He shows himself very well. He had an amazing match [against Bayern], two goals. He went [to Madrid] at a very young age. He saw how good the squad was, he had to make steps with his physicality. You see now he’s getting better and better." kata Ferdi Kadioglu, Pemain Timnas Turki.
Selain Guler, lini serang Turki diperkuat oleh Yildiz dan Uzun yang tampil impresif bersama klub masing-masing sepanjang musim 2025/2026.
Yildiz menjadi pencetak gol terbanyak Juventus musim ini dengan 11 gol, sedangkan Uzun menorehkan 10 gol dan 6 asis bersama Eintracht Frankfurt setelah sempat kecewa karena dicoret dari skuad Euro 2024.
Kadioglu memuji kepribadian rendah hati serta kepercayaan diri tinggi yang dimiliki oleh kedua pemain muda tersebut saat berada di dalam maupun di luar lapangan.
"They are top guys outside of the pitch, really normal, always respectable," ujar Ferdi Kadioglu, Pemain Timnas Turki.
Kehadiran trio lini serang ini diharapkan mampu membawa tim asuhan Montella melangkah jauh di Grup D yang juga dihuni oleh Paraguay dan Amerika Serikat.
"When they are coming to the pitch, they show their qualities. They have really high confidence and what they do with the ball, it’s amazing … They get a bit more attention than the other players." kata Ferdi Kadioglu, Pemain Timnas Turki.
Manajer Real Madrid Carlo Ancelotti juga memberikan pujian tinggi terhadap potensi besar Guler sejak awal kedatangannya di Spanyol.
"Arda Güler has shown his potential, his excellent ball control. He reads the game brilliantly and I’m pleased with his impact." kata Carlo Ancelotti, Pelatih Real Madrid.
Ancelotti meyakini bahwa pemain muda Turki tersebut memiliki masa depan yang cerah untuk menjadi jenderal lapangan tengah masa depan Los Blancos.
"Arda Güler has made enormous progress. He’s showing his quality and becoming more consistent." ujar Carlo Ancelotti, Pelatih Real Madrid.
Progres fisik dan mental yang ditunjukkan Guler membuat pelatih asal Italia tersebut optimis sang pemain mampu mengatasi tekanan di level internasional.
"I believe he can become an exceptional midfielder, because there are very few at his level. He will be very important for the future of Real Madrid." kata Carlo Ancelotti, Pelatih Real Madrid.
Ancelotti melihat perubahan besar pada profil fisik Guler yang kini bermain dengan tingkat kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi.
"The Guler of September is no longer the same as today. His physical profile has changed, but his quality remains. I see him much improved, under less pressure this season," ujar Carlo Ancelotti, Pelatih Real Madrid.
Mantan pelatih Juventus Thiago Motta turut memberikan kesaksian mengenai mentalitas juara yang dimiliki oleh penyerang sayap Turki, Kenan Yildiz.
"He doesn’t just have great talent, but also a champion’s mentality that he’s had since a young age. His determination and desire to improve are his greatest strengths." kata Thiago Motta, Mantan Pelatih Juventus.
Motta menilai kombinasi antara etos kerja keras dan kemampuan teknis membuat Yildiz menjadi pemain yang sangat fantastis di lini depan.
"It’s rare to find such a mentality and work ethic in someone so young. Combined with his technical qualities, they make him a fantastic player." ujar Thiago Motta, Mantan Pelatih Juventus.
Sementara itu, Can Uzun menegaskan bahwa keputusannya untuk membela tim nasional Turki didasarkan pada ikatan emosional dan panggilan hati nurani.
"I listened to my heart. Such a decision isn’t a career move like changing clubs, it’s something that comes from the heart," kata Can Uzun, Pemain Timnas Turki.
Uzun mengaku sempat sangat kecewa ketika tidak dipanggil untuk turnamen Euro 2024 meskipun mencetak 19 gol bersama Nuremberg musim lalu.
"You have to feel the national shirt, and my heart and instincts told me that Turkey was the right choice for me." ujar Can Uzun, Pemain Timnas Turki.
Kegagalan masuk skuad tahun lalu dijadikan motivasi tambahan bagi Uzun untuk membuktikan kualitasnya di panggung Piala Dunia 2026.
"I came here with different expectations. I chose Turkey with all my heart and I really wanted to play my first major tournament for my country." kata Can Uzun, Pemain Timnas Turki.
Uzun menghormati keputusan taktis pelatih terdahulu dan kini siap menjadi kartu as baru dalam formasi 4-2-3-1 yang diterapkan oleh Montella.
"Not being part of the team after a strong season and good performances was deeply disappointing. I don’t understand the decision, but I respect it." ujar Can Uzun, Pemain Timnas Turki.
Timnas Turki dijadwalkan langsung bertolak menuju Stadion BC Place di Vancouver untuk mematangkan taktik akhir sebelum laga perdana dimulai.