Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Simalungun Sumatra Utara
Wilayah Simalungun, Sumatra Utara, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 pada Sabtu (15/8) sekira pukul 17.57 WIB. Guncangan dari kedalaman ratusan kilometer tersebut berdampak hingga ke Provinsi Aceh.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di darat pada koordinat 2,91° LU dan 98,93° BT. Lokasi tersebut berjarak sekitar 10 hingga 11 kilometer arah tenggara Simalungun.
Getaran paling kuat terasa dengan skala intensitas V MMI di Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Limapuluh. Skala intensitas IV MMI juga dilaporkan di Raya, Panombeian Pane, Panei, Kota Pematangsiantar, serta Kota Pangururan.
"Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) di Kota Tebingtinggi; Kota Kabanjahe; Kota Limapuluh," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (15/8).
Pusat gempa terdeteksi berada di kedalaman 168 kilometer di darat. Karakteristik peristiwa ini tergolong gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sesar geser turun.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelas Wijayanto.
Guncangan yang meluas juga dirasakan oleh sejumlah warga di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Warga setempat sempat keluar rumah karena khawatir terhadap dampak getaran gempa.
"Sempat panik juga saat gempa tadi, saya dan anak-anak keluar dari rumah karena takut ayunan gempa," kata Sovi, warga Desa Suak Ribee, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu sore kepada ANTARA.
Pihak BMKG memastikan fenomena tektonik ini tidak memicu bahaya gelombang laut di kawasan pesisir. Pemantauan terhadap potensi aktivitas susulan juga terus dilakukan secara berkala.
"Hingga pukul 18.16.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," tutur Wijayanto.