Gelombang Panas Melanda Eropa, Suhu Ekstrem Picu Kebakaran Hutan

Share

Gelombang panas ekstrem masih menyelimuti sejumlah negara di kawasan Eropa pada musim panas 2026. Dilansir dari Detik Travel, lonjakan suhu di beberapa wilayah bahkan menembus angka 40 derajat Celsius.

Kondisi cuaca ekstrem ini memicu terjadinya kebakaran hutan di beberapa titik. Selain itu, situasi tersebut juga mulai mengganggu aktivitas perjalanan para wisatawan.

Negara-negara yang terdampak kenaikan suhu signifikan dalam beberapa pekan terakhir meliputi Inggris, Spanyol, Prancis, Portugal, Italia, Yunani, dan kawasan Balkan.

Spanyol menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Badan Meteorologi Spanyol, Aemet, mencatat suhu di Barcelona mencapai 40,7 derajat Celsius pada 8 Juli, yang menjadi rekor tertinggi dalam 112 tahun terakhir.

Sementara itu, wilayah Andalusia dan timur laut Spanyol diperkirakan masih akan menghadapi suhu di atas 40 derajat Celsius dalam beberapa hari ke depan.

Di Prancis, sebagian besar wilayah kini berstatus peringatan cuaca oranye. Kota Bordeaux diprediksi mencapai suhu 38 hingga 39 derajat Celsius.

Sebelumnya, suhu di Prancis sempat melampaui 43 derajat Celsius. Dampaknya, Menara Eiffel ditutup sementara dan sekitar 68 ribu rumah mengalami pemadaman listrik.

Mengutip Conde Nast Traveller, cuaca panas memicu kebakaran hutan di kaki Pegunungan Pyrennes, Prancis, sehingga warga dan wisatawan harus dievakuasi.

Kebakaran juga melanda kawasan Frejus di dekat Cannes. Peristiwa tersebut menyebabkan sebanyak 1.700 wisatawan dievakuasi ke tiga titik lokasi berbeda.

Kasus kebakaran hutan lainnya dilaporkan terjadi di Portugal, Yunani, Spanyol, Kroasia, dan Albania selatan.

Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) telah mengeluarkan peringatan bagi warganya yang bepergian ke Prancis, Yunani, dan Portugal.

Warga Inggris diimbau untuk selalu memantau risiko kebakaran hutan, mematuhi arahan otoritas setempat, dan memperhatikan perkembangan cuaca selama berada di destinasi tujuan.

Kenaikan suhu udara ini juga berdampak pada sektor transportasi di Eropa. Catatan AirHelp pada Juni lalu menunjukkan sebanyak 3.410 penerbangan mengalami penundaan dan 140 penerbangan dibatalkan.

Bandara Barcelona-El Prat dan Amsterdam Schiphol menjadi titik yang paling terdampak. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai gangguan besar baru di bandara akibat gelombang panas yang sedang berlangsung.

Selain jalur udara, layanan kereta di beberapa negara turut terganggu oleh suhu tinggi. Otoritas Prancis mengimbau kelompok rentan untuk menghindari perjalanan saat cuaca sangat panas dan meminta penumpang memeriksa jadwal keberangkatan.

Ketentuan Perlindungan Asuransi Perjalanan

Terkait perlindungan perjalanan, perusahaan asuransi Aviva menjelaskan bahwa wisatawan yang jatuh sakit akibat cuaca ekstrem di luar negeri tetap mendapatkan jaminan.

"Jika akibat gelombang panas Anda jatuh sakit saat berada di luar negeri, asuransi perjalanan akan menanggung biaya perawatan medis serta biaya pemulangan jika diperlukan secara medis. Dalam kondisi tersebut, biaya perjalanan dan akomodasi yang tidak dapat digunakan juga dapat diganti," ungkap juru bicara Aviva.

Namun, Aviva menegaskan bahwa polis asuransi tidak otomatis menanggung pembatalan liburan jika wisatawan secara sepihak memutuskan tidak berangkat karena alasan cuaca.

"Asuransi perjalanan tidak akan menanggung pembatalan jika Anda memutuskan tidak jadi bepergian hanya karena gelombang panas. Sebaiknya hubungi maskapai atau penyedia perjalanan untuk mengetahui kemungkinan menjadwalkan ulang perjalanan," lanjutnya.

Tips Aman Menghadapi Suhu Ekstrem

Conde Nast Traveller membagikan beberapa panduan keselamatan bagi wisatawan yang berada di tengah situasi kenaikan suhu ekstrem di Eropa.

Wisatawan disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 saat posisi matahari berada tepat di atas kepala. Sebisa mungkin, pilihlah untuk tetap berada di area yang teduh.

Gunakan pakaian yang longgar dengan bahan yang mudah menyerap keringat, serta konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup untuk menjaga hidrasi tubuh.

Saat berada di dalam penginapan, pastikan suhu ruangan tetap sejuk dengan menutup jendela, memasang tirai, dan menyalakan pendingin ruangan. Jika harus keluar ruangan, gunakan pelindung tambahan seperti kacamata hitam, topi, dan tabir surya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author