Gelombang Panas Ekstrem Landa Korea Selatan hingga Catat Rekor Suhu
Suhu udara ekstrem yang melanda Korea Selatan memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah nasional, seperti dilansir dari Detik Travel pada Senin (3/8/2026). Fenomena ini memaksa otoritas cuaca mengeluarkan imbauan agar warga segera menghentikan seluruh aktivitas di luar ruangan. Kota Yangsan di wilayah tenggara mencatatkan suhu mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu siang.
Angka ini menjadi rekor suhu tertinggi sejak sistem pengamatan cuaca modern di Korea Selatan dimulai pada tahun 1904. Menanggapi kondisi darurat tersebut, Badan Meteorologi Korea (KMA) menetapkan status peringatan darurat gelombang panas di lebih dari 20 wilayah. Otoritas menegaskan bahwa berada di dalam ruangan tanpa fasilitas pendingin udara sangat membahayakan keselamatan.
"Segeralah berpindah ke tempat yang sejuk, seperti pusat pendinginan (cooling centre) resmi atau area yang teduh, serta pastikan tubuh tetap terhidrasi," imbau KMA dalam rilis resminya.
Kondisi cuaca membakar di kawasan ibu kota membuat warga setempat dan wisatawan memilih memadati berbagai fasilitas pendinginan perkotaan. Pemerintah Kota Seoul bersama Seoul Tourism Organization menggelar acara 2026 Seoul Summer Beach di Alun-Alun Gwanghwamun hingga 9 Agustus dengan menyediakan wahana air gratis. Selain area alun-alun, Sungai Cheonggyecheon juga dipadati pengunjung melalui kegiatan 2026 Cheonggye Stream Splish Splash. Pengunjung memanfaatkan fasilitas kursi santai dan sepatu air gratis untuk merendam kaki di air sungai yang dingin.
Masyarakat juga menjadikan pusat perbelanjaan seperti The Hyundai Seoul di Yeouido sebagai lokasi staycation dalam ruangan. Pengelola ritel menghadirkan dekorasi pantai luar negeri, galeri seni, hingga pop-up store tematik untuk menarik pengunjung yang mencari area ber-AC. "Udaranya terlalu panas untuk melakukan aktivitas apa pun di luar ruangan. Saya tidak bisa memikirkan hal lain selain berdiam diri di tempat-tempat ber-AC seperti rumah, mal, dan kafe," ujar Ju Dong-yeol (27), seorang pekerja kantor di Seoul.
Warga yang berada di luar pusat kota memilih berkunjung ke Gua Gwangmyeong di Provinsi Gyeonggi. Bekas tambang emas dan perak ini memiliki suhu stabil 12 derajat Celsius di dalam lorongnya sepanjang tahun. Dampak cuaca panas turut mengganggu agenda olahraga nasional hingga Liga Bisbol Profesional Korea (KBO) membatalkan pertandingan di Kota Changwon selama dua hari berturut-turut saat suhu menyentuh 39,5 derajat Celsius. Para ilmuwan memperingatkan bahwa frekuensi dan intensitas gelombang panas di Asia Timur kian meningkat akibat perubahan iklim global serta pengaruh fenomena El Nino.