Gek Nanda Rintis By Ash Jewelry dari Bali hingga Tembus Pasar Australia

Share

Kegemaran mengenakan perhiasan dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan jika ditekuni dengan serius. Seperti yang dialami oleh Gek Nanda Putri Dana Asih, pendiri By Ash Jewelry asal Bali, yang berhasil mengembangkan hobinya menjadi usaha dengan pelanggan hingga ke Australia.

Seperti dilansir dari Detik Finance, ide bisnis ini berawal dari pengalaman pribadi Nanda yang gemar memakai aksesori. Ia sering kecewa karena perhiasan yang dibeli secara daring mudah rusak, ditambah kondisi kulitnya yang sensitif terhadap perhiasan imitasi.

"Saya memang suka memakai perhiasan. Dulu sering beli di e-commerce, tapi biasanya cepat rusak. Selain itu kulit saya sensitif, jadi kalau memakai perhiasan imitasi gampang merah. Mau beli emas juga belum mampu," kata Gek Nanda.

Kondisi tersebut mendorong Nanda merancang perhiasannya sendiri dengan bahan yang ramah untuk kulit sensitif namun tetap terjangkau. Setelah mengunggah hasil karyanya ke media sosial, banyak orang mulai tertarik untuk membeli perhiasan tersebut.

By Ash Jewelry dirintis sejak 2022 dan mulai dikembangkan secara serius pada 2023. Nama usaha ini merupakan perpaduan nama Nanda bersama kakaknya, Asih dan Astiti, yang berkolaborasi dalam membangun bisnis. Seluruh desain perhiasan dipelajari Nanda secara otodidak melalui internet dan Pinterest.

By Ash Jewelry memilih mutiara air tawar (freshwater pearl) yang dipasok dari Lombok sebagai bahan baku utama. Langkah ini diambil karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan mutiara air laut, sehingga sesuai dengan modal awal usaha yang sedang berkembang.

"Kalau mutiara air laut harganya jauh lebih mahal. Karena modal kami masih terbatas, akhirnya memilih freshwater pearl yang kualitasnya tetap bagus tetapi lebih terjangkau," ujarnya.

Perjalanan usaha ini sempat mengalami pasang surut sewaktu Nanda masih menempuh bangku kuliah. Kepercayaan dirinya untuk fokus berbisnis muncul setelah mengikuti program pemberdayaan UMKM SisBerdaya dari DANA Indonesia dan berhasil keluar sebagai pemenang.

"Awalnya saya kurang percaya diri. Setelah ikut SisBerdaya, saya jadi yakin untuk benar-benar menjalankan bisnis ini," tutur Nanda.

Kapasitas Produksi dan Jangkauan Pasar

Saat ini By Ash Jewelry mampu memproduksi sekitar 100 pcs per bulan, meliputi produk kalung, gelang, cincin, hingga anting. Uniknya, produk yang paling diminati oleh konsumen justru model dengan tingkat pengerjaan yang paling rumit.

"Yang paling sulit dibuat malah jadi best seller," ujar Nanda.

Pemasaran perhiasan ini dilakukan melalui toko online serta berbagai bazar di Bali, salah satunya Sunday Market di Sanur. Bisnis yang awalnya dikelola bersama sang kakak kini telah mempekerjakan empat orang, terdiri dari dua perajin rumahan dan dua staf penjualan bazar.

Harga produk By Ash Jewelry berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 3 juta, tergantung pada tingkat kerumitan desain dan material. Sebagian besar pembeli asing dari Australia mengenal perhiasan ini saat berlibur di Bali, kemudian melakukan pemesanan kembali secara daring setelah pulang ke negara mereka.

"Sejauh ini paling banyak dari Australia. Mereka beli saat liburan ke Bali, lalu setelah pulang pesan lagi," kata Nanda.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author