Gino Borsoi Sebut Gaya Balap Toprak Razgatlioglu Dekati Fabio Quartararo

Share

Manajer Tim Pramac Racing Gino Borsoi menilai performa pebalap Yamaha Toprak Razgatlioglu kian mendekati gaya berkendara Fabio Quartararo setelah menjalani rangkaian balapan dan tes di Sirkuit Catalunya, Barcelona.

Proses adaptasi mantan juara dunia Superbike tersebut sempat terhambat oleh kondisi lintasan Catalunya yang licin pada akhir pekan lalu. Toprak finis di posisi belakang saat Sprint Race dan gagal meraih poin di balapan utama setelah menerima penalti tekanan ban yang membuatnya merosot ke urutan 16.

Kendati demikian, data telemetri internal Yamaha menunjukkan perkembangan signifikan dari pebalap asal Turki tersebut dalam menyesuaikan diri dengan motor kelas utama MotoGP.

"Ia bukan membalap dengan buruk, tapi gaya membalapnya masih seperti saat di Superbike," kata Borsoi dikutip GPone.com.

Menurut Borsoi, karakteristik ban dan motor MotoGP yang agresif menuntut pendekatan berkendara yang sangat berbeda dibandingkan dengan kejuaraan WSBK.

"Tidak ada cukup waktu untuk mengubah gaya membalap secara drastis. Tapi di MotoGP memang harus ada adaptasi karena karakter ban dan motor di sini berbeda," ujarnya.

Pramac Racing memahami bahwa perubahan gaya balap secara radikal tidak dapat dilakukan secara instan di tengah bergulirnya musim kompetisi karena keterbatasan waktu latihan bebas.

"Sulit melakukan itu saat balapan karena waktunya terbatas dan semua rider pasti fokus mengejar hasil. Untuk mengubah gaya membalap, seorang pebalap harus rela kehilangan waktu, dan tidak ada rider yang suka melakukan itu," katanya.

Borsoi menambahkan bahwa fase adaptasi yang sedang dilewati Toprak saat ini memang tergolong berat namun berada di jalur yang tepat.

"Sekarang Toprak sudah mulai mencoba pendekatan itu. Mungkin dia harus mundur dua langkah dulu sebelum nantinya bisa melompat empat langkah ke depan saat semuanya sudah sinkron," ujarnya.

Indikasi kemajuan tersebut terlihat jelas dari analisis sasis baru Yamaha yang dicoba Toprak dalam sesi uji coba resmi di Barcelona.

"Dari data yang kami lihat, di banyak tikungan dia sudah mulai belajar membalap seperti Quartararo," kata Borsoi.

Catatan waktu lap terbaik Toprak dalam balapan tersebut hanya terpaut 0,630 detik dari pemenang lomba, Fabio Di Giannantonio, dan berselisih kurang dari 0,2 detik dari lap terbaik Quartararo.

"Potensinya ada. Kami hanya perlu menunggu dan memberinya waktu untuk beradaptasi dengan kategori baru ini." ujarnya.

Borsoi memproyeksikan tantangan berikutnya bagi Yamaha akan tersaji di Sirkuit Mugello, Italia, yang memiliki lintasan lurus panjang yang menguji performa mesin.

"Sayangnya bagi kami, ada beberapa hal yang ingin kami uji. Beberapa di antaranya berhasil kami coba, tetapi kami tidak bisa melakukan perbandingan," jelas Manajer Tim, Gino Borsoi.

Sesi tes bersama di Barcelona terpaksa disudahi lebih awal akibat guyuran hujan pada siang hari sehingga tim tidak dapat merampungkan seluruh agenda pengujian komponen baru.

"Satu hari penuh akan memberi kami kesempatan untuk menguji komponen baru lainnya yang dibawa Yamaha, tetapi sayangnya kami tidak berhasil melakukannya. Namun, apa yang kami uji memberikan indikasi menarik: Toprak mencoba sasis baru dan langsung merasa lebih nyaman dibandingkan versi sebelumnya; sementara Miller mencoba sayap baru dan merasa sedikit lebih baik terutama di tengah tikungan, karena sayap tersebut membantunya berbelok lebih baik. Saya kira dua pembaruan ini memberikan hasil positif." jelas Borsoi.

Yamaha dipastikan tetap memaksimalkan hak konsesi pabrikan untuk menggelar uji coba tertutup demi mematangkan proyek motor 1000cc menjelang perubahan regulasi mesin.

"Apakah ada program uji coba untuk 1000 cc dari sekarang hingga akhir 2026? Jika kami tidak mati sebelum akhir tahun ini, ya. Kebijakan keringanan itu penting, tapi kami kelelahan: para mekanik sudah tak tahan lagi," komentar Borsoi sambil tersenyum.

Manajemen tim menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memangkas selisih jarak dengan barisan pebalap terdepan secara bertahap lewat data konkrit di setiap sirkuit.

"I tidak tahu berapa banyak ban yang masih dimiliki Yamaha untuk melakukan tes, tapi ya, mereka masih bisa melakukan uji coba dan tes-ses ini pasti penting untuk menyempurnakan sedikit demi sedikit semua yang telah kami susun. Seperti yang selalu saya katakan, ini adalah proyek yang masih berjalan di mana perlahan-lahan kita mulai menemukan arah yang jelas. Hal ini dibuktikan oleh Quartararo, yang di Le Mans, kemarin dan hari ini (dalam balapan dan tes, red.), berada di sana selama sesi tes. Artinya, kita mulai memahami sesuatu." kata Borsoi.

Peningkatan performa motor Yamaha M1 juga mendapat respons positif dari internal tim satelit menyusul hadirnya perangkat aerodinamis baru berupa sayap triplane.

"Apakah sudah diuji di Jerez? Tidak," tegas Manajer Tim tim Paolo Campionoti, yang pada hari Senin uji coba ini tampak lebih optimis daripada di Jerez mengenai situasi Yamaha.

Campionoti melihat selisih waktu yang semula berjarak satu setengah detik pada awal musim kini telah terpangkas di bawah satu detik.

"Saya tentu senang karena kami sedang berada di jalur yang benar dan hasilnya membuktikannya. Jika kita melihat selisih waktu di balapan, Quartararo adalah patokannya, tapi ada saat-saat di mana Toprak pun bisa melaju hanya setengah detik di belakang para pemimpin. Ini berarti selisih satu setengah detik yang kami miliki di awal tahun kini berkurang menjadi satu detik, dan belakangan ini bahkan kurang dari satu detik," tegasnya.

Performa stabil dari para pembalap menjadi basis evaluasi penting bagi tim dalam mengukur daya saing motor di atas lintasan.

"Inilah poin yang harus kami evaluasi dan yang membuat kami menyadari bahwa selisihnya semakin mengecil. Ini penting. Tentu saja, meski melaju dengan selisih setengah detik, Anda belum bisa naik podium, tapi setidaknya Anda memiliki patokan berupa jarak dengan pembalap lain. Yang juga menggembirakan adalah margin pertumbuhan Razgatlioglu, yang terus meningkatkan performanya meskipun belum menemukan gaya mengemudi yang tepat untuk MotoGP. " kata Campionoti.

Menghadapi seri Mugello mendatang, tim tidak memiliki komponen mesin baru untuk mendongkrak kecepatan puncak di trek lurus.

"Tidak, tidak akan ada apa-apa," kata Borsoi.

Pihak Pramac memprediksi tim akan berjuang keras di tikungan untuk mengompensasi defisit kecepatan mesin di sirkuit Italia tersebut.

"Saya kira ini tidak akan menjadi akhir pekan yang mudah, terutama karena lintasan lurusnya. Kami pasti bisa bersaing di tikungan, karena kami melihat motor kami tidak kalah dengan yang lain. Bahkan, dari beberapa sudut pandang, menurut saya kami bisa sedikit lebih kompetitif dibandingkan merek lain. Jelas bahwa di Mugello, faktor penentu utama performa adalah mesin. Ini pasti bukan akhir pekan yang mudah, tapi saya cukup yakin bahwa nanti akan ada sirkuit dengan karakteristik yang akan membantu kami menjadi lebih kompetitif." kata Borsoi.

Yamaha menjadwalkan satu hingga dua kali pembaruan performa mesin 1000cc sebelum beralih sepenuhnya ke pengembangan mesin 850cc untuk musim 2027.

"Ada pembaruan lain yang direncanakan terkait performa mesin. Belum jelas kapan, tapi sebelum akhir tahun kita akan mendapat satu atau, semoga, mungkin dua. Ini tetap menjadi dasar untuk 850, jadi filosofi untuk meningkatkan performa bisa diterapkan juga pada 850 – jelas mantan pembalap itu – Termasuk di level mesin? Ya, untuk itu penting untuk menemukan tenaga kuda, atau setidaknya menerapkan apa yang telah dilihat pada mesin baru." kata Borsoi.

Untuk pengujian motor baru berkapasitas 850cc, Yamaha telah menunjuk Augusto Fernandez dan Toprak Razgatlioglu sebagai pembalap penguji utama.

"Skenarionya sulit untuk ditentukan: masih banyak balapan yang tersisa dan ada juga masalah rasa hormat terhadap Jack Miller yang sedang melakukan pekerjaan luar biasa di dalam tim. Dia adalah pembalap kami saat ini dan belum ada keputusan yang diambil – jelas Borsoi – Saat ini kami harus fokus memperbaiki" pungkas Borsoi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author