Gattuso dan Zaccagni Angkat Bicara Usai Lazio Tersingkir dari Coppa Italia

Share

Pelatih anyar Lazio, Gennaro Gattuso, dan sang penyerang, Mattia Zaccagni, meluapkan penyesalan mendalam setelah timnya secara mengejutkan disingkirkan klub Serie B, Mantova FC, dengan skor 0-2 pada babak 64 besar Coppa Italia di Stadion Olimpico, Roma, Minggu, 16 Agustus 2026.

Kekalahan dari klub yang musim lalu bertengger di posisi kesembilan kasta kedua tersebut menyisakan catatan buruk bagi Lazio. Pasalnya, hasil ini membuat Biancocelesti menjadi satu-satunya kontestan Serie A yang langsung tersingkir pada hari pertama laga pembuka ajang piala tersebut.

Padahal, Lazio tampil menekan dan sempat menyia-nyiakan sederet peluang lewat Matteo Cancellieri serta Boulaye Dia di babak pertama. Mantova kemudian membalas lewat gol Francesco Ruocco pada menit ke-75 dan mengunci kemenangan via serangan balik Ismael Cajazzo pada masa perpanjangan waktu menit ke-90+7.

Seusai laga, Gennaro Gattuso menegaskan komitmen penuh untuk tidak melimpahkan kesalahan kepada faktor eksternal maupun pergerakan bursa transfer pemain.

"Ini pukulan telak. Saya maju ke depan karena itu hal yang benar untuk dilakukan, tetapi sekarang saatnya diam dan bekerja keras. Saya mengambil tanggung jawab penuh.

Kami tahu ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Saat ini rasanya menyakitkan, dan kami harus meminta maaf. Kami terus melangkah maju, dan saya pasti mendukung para pemain ini yang memberikan segalanya," kata Gattuso kepada Sportmediaset.

Mantan pelatih Timnas Italia tersebut juga menggarisbawahi performa pasif anak asuhnya pada paruh pertama yang memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.

"Kami punya banyak hal yang harus diperbaiki. Momen ini menyakitkan, tetapi kami harus tetap kuat. Memang benar kami punya beberapa peluang, tetapi di babak pertama kami melakukannya setengah-setengah: kami tidak pernah cukup agresif dan memberi mereka terlalu banyak ruang.

Saya lebih suka para pemain menciptakan peluang dan gagal memaksimalkannya. Sejak hari pertama, kami tahu bahwa kami harus tetap bersama dan bekerja keras. Hanya melalui kerja keras dan keinginan untuk menjalani musim yang bagus kami bisa keluar dari situasi ini," ujar Gattuso.

Gattuso menolak menjadikan pergerakan bursa transfer sebagai perisai atas hasil mengecewakan yang diraih timnya di kandang sendiri.

"Hari ini bukan soal bursa transfer. Ini soal para pemain yang turun ke lapangan. Mudah untuk mengatakan kami kekurangan ini atau itu. Saat ini kami butuh akuntabilitas, lalu kita lihat apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan," kata Gattuso.

Sang pelatih juga meminta seluruh elemen tim untuk tetap bersatu demi mengembalikan kepercayaan dari kalangan pendukung setia yang mulai frustrasi.

"Anak-anak bekerja dengan baik, mereka bersemangat untuk bekerja. Kami banyak berubah. Kami sudah bekerja selama 40 hari dan ada keinginan serta komitmen yang besar.

Namun malam ini adalah pil pahit yang harus ditelan; semoga kami bisa menyikapi ini dengan baik dan bekerja dengan tenang. Kami tahu orang-orang di luar sana tidak senang, dan kami berharap bisa membalikkan dinamika itu juga," kata Gattuso.

Gattuso mengekspresikan rasa terkejutnya atas kekalahan pada laga debut resmi tersebut, namun menegaskan bahwa evaluasi internal harus segera berjalan.

"Apakah kekalahan ini menyakitkan? Pastinya. Tetapi, kami harus berani menunjukkan muka, saya yang pertama," ujar Gattuso dilansir dari DAZN.

Ia juga menambahkan kekecewaannya mengenai hasil akhir di hadapan publik sendiri.

"Saya tidak mengharapkan malam seperti ini, tetapi kami hanya punya satu jalan: bekerja," kata Gattuso.

Sementara itu, kapten tim Mattia Zaccagni memberikan pernyataan keras atas hasil buruk yang menimpa timnya di laga awal musim.

"Kami ditampar dengan keras di wajah," kata Zaccagni kepada Lazio Style Radio dilansir dari Tutto Mercato Web.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh anggota tim merasa sangat kecewa dengan performa serta kesalahan yang tercipta di lapangan.

"Kami kecewa, kami bekerja sangat keras dalam satu setengah bulan terakhir, kami berharap bisa mengambil momentum," kata Zaccagni.

Penyerang Timnas Italia tersebut juga menyoroti start buruk Lazio yang memicu rentetan kekeliruan sepanjang pertandingan.

"Kami memulai pertandingan dengan buruk, membuat banyak kesalahan," ujar Zaccagni.

Meskipun Lazio berganti skema permainan dari musim sebelumnya, Zaccagni enggan menjadikan faktor taktik sebagai kambing hitam kekalahan.

"Masalah taktik tidak ada hubungannya dengan ini, meskipun kami berasal dari sistem yang sama sekali berbeda," kata Zaccagni.

Zaccagni menuturkan bahwa skema yang dimainkan sebenarnya sudah dilatih secara intensif sebelum pertandingan berlangsung.

"Tetapi dalam latihan, kami telah mempersiapkan hal-hal yang berbeda dari apa yang kami lakukan malam ini," ucap Zaccagni.

Ia mendesak seluruh rekan setimnya untuk segera melakukan pembenahan internal menjelang bergulirnya kompetisi liga domestik.

"Kami harus introspeksi diri; kami tidak bisa kalah dalam pertandingan seperti ini. Kami perlu bekerja keras minggu ini, karena kejuaraan akan segera dimulai," kata Zaccagni.

Kekalahan ini memaksa Lazio mengalihkan seluruh fokus ke kompetisi reguler Serie A 2026-2027, di mana mereka dijadwalkan bertandang ke markas Bologna pada laga pembuka, Senin, 24 Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author