Gary Neville Ungkap Dua Modal Utama Arsenal Kalahkan PSG
Legenda Manchester United, Gary Neville, membeberkan modal penting yang dimiliki Arsenal untuk menumbangkan Paris Saint-Germain (PSG) pada partai final Liga Champions. Meski demikian, Neville tetap melihat PSG sebagai tim yang lebih kuat dibandingkan The Gunners untuk saat ini, seperti dikutip dari Bola.
Arsenal kini semakin dekat dengan gelar Liga Inggris pertama mereka dalam lebih dari dua dekade setelah meraih kemenangan kontroversial 1-0 atas West Ham United. Hasil positif tersebut membuat anak asuh Mikel Arteta unggul lima poin dari Manchester City dengan menyisakan dua pertandingan, walaupun rival mereka masih menyimpan satu laga lebih banyak.
Kemenangan pada laga kontra Burnley dan Crystal Palace dipercaya bakal mengunci gelar juara bagi Arsenal, kecuali jika Manchester City kembali kehilangan poin di laga sisa. Neville menilai Arsenal tidak akan menyia-nyiakan peluang emas dari posisi menguntungkan mereka saat ini.
Namun, tantangan yang sepenuhnya berbeda sudah menunggu di kompetisi Eropa. Arsenal dijadwalkan bersua sang juara bertahan, PSG, pada pertandingan final Liga Champions yang akan digelar di Budapest pada Sabtu (30-5-2026).
Pertandingan puncak ini menjadi momen pertama bagi Arsenal untuk kembali tampil di final Liga Champions sejak terakhir kali mencapainya pada tahun 2006 silam saat ditundukkan Barcelona. Di sisi lain, PSG datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai juara bertahan setelah melibas Inter Milan 5-0 pada final musim lalu.
Melalui podcast Sky Sports miliknya, Neville menjelaskan bahwa Arsenal saat ini sedang berada dalam jalur momentum yang sangat positif.
"Arsenal sekarang punya momentum yang luar biasa," ujar Neville.
"Mereka mengalahkan Atletico Madrid, melihat Manchester City kehilangan poin saat melawan Everton, lalu menang atas West Ham dengan cara seperti itu."
"Menang dengan cara seperti itu jauh lebih spesial daripada menang 3-0. Tentu Anda ingin menang mudah, tetapi hasil seperti itu membangun rasa percaya diri, daya tahan mental, dan momentum," ulasnya.
"Para pemain Arsenal sekarang seharusnya sedang berada di puncak kepercayaan diri. Mereka seharusnya tidak bisa dihentikan," lanjut Neville.
Lebih lanjut, Neville memaparkan dua faktor krusial yang dapat menjadi senjata utama armada Mikel Arteta ketika berhadapan dengan raksasa Prancis tersebut, yakni lini pertahanan yang solid serta keunggulan fisik.
"Di final Liga Champions nanti mereka harus memفكيرkan kemampuan bertahan dan kekuatan fisik mereka, lalu mencari cara untuk mengalahkan tim yang lebih baik dalam waktu 90 menit," kata Neville.
"Karena PSG memang lebih baik dari mereka. Sulit untuk membantah itu. PSG adalah tim yang lebih baik dibanding Arsenal saat ini dan mereka sudah menunjukkannya dalam dua musim terakhir," katanya lagi.
Pertandingan final ini juga dipandang sebagai peluang besar bagi sang manajer untuk mengangkat derajat klub ke tingkatan yang lebih tinggi.
"Bagi Mikel Arteta, ini kesempatan untuk mencapai level lain karena memenangi Liga Champions akan luar biasa."
"Memenangi Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 22 tahun saja sudah sangat besar, tetapi jika ditambah Liga Champions, itu akan luar biasa," imbuhnya.
Ambisi Dua Gelar dalam Satu Musim
Keberhasilan The Gunners menembus partai puncak Liga Champions musim ini dibarengi dengan rekor mentereng berupa catatan tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan beruntun. Torehan ini sekaligus menjadikan Arsenal sebagai tim pertama yang mampu menjaga status unbeaten dengan jumlah laga sebanyak itu dalam satu musim kompetisi.
Walaupun demikian, Neville merasa atmosfer dan angin kemenangan pada musim ini masih lebih berpihak kepada Les Parisiens untuk mempertahankan trofi tertinggi di Eropa tersebut.
"Rasanya ini memang momen yang tepat bagi Arsenal untuk memenangi Liga Inggris, tetapi belum terasa sebagai momen yang tepat bagi mereka untuk memenangi Liga Champions," ujarnya.
"Rasanya lebih seperti momen PSG untuk memenanginya secara beruntun dan membuat Luis Enrique sejajar dengan pelatih-pelatih legendaris yang pernah melakukan itu."
"Perasaannya lebih mengarah ke sana dibanding Arsenal meraih dua gelar sekaligus, tetapi itu sebenarnya tidak terlalu penting karena musim Arsenal tetap akan luar biasa," ucap anggota Class of 92-nya MU itu.
"Dan jika mereka benar-benar memenangi dua gelar itu, mereka akan masuk ke level yang berbeda," kata Neville.