Garudayaksa FC Juara Championship 2025/2026 dan Kagumi Sportivitas Fans PSS
Garudayaksa FC berhasil memastikan satu tempat di Liga 1 musim depan setelah keluar sebagai kampiun Championship 2025/2026. Keberhasilan tersebut diraih setelah menumbangkan tuan rumah PSS Sleman melalui drama adu penalti di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta.
Seperti dilansir dari Bola, momen bersejarah yang tercipta pada pekan silam itu menyisakan kesan mendalam bagi CEO Garudayaksa FC, Muhamad Reza Anugrah. Selain merayakan kemenangan tim, ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap sambutan hangat serta perlakuan suportif yang ditunjukkan oleh pendukung Super Elang Jawa.
Pertandingan final tersebut berlangsung dengan intensitas dan tempo yang tinggi. Kendati demikian, situasi di tribune penonton tetap kondusif tanpa diwarnai adanya gesekan antar-suporter.
Setelah laga berakhir, ribuan pendukung PSS Sleman menunjukkan sikap berkelas dengan menyajikan aksi koreografi megah. Penghormatan tersebut ditujukan khusus untuk mengapresiasi Garudayaksa FC yang keluar sebagai tim terbaik.
"Jujur, saya pas baru datang saja ke lapangan di Sleman, wah itu, apa ya? Mau nangis saya. Maksudnya gini. Terharu, bahagia, bahwa saya enggak nyangka Garudayaksa FC bisa sampai di sini, waktu pas di lapangan ya," kata Muhamad Reza Anugrah via kanal YouTube Bicara Bola.
"Saya bilang, 'Wah, kita bisi di sini loh. Kita bisa di final. Kita bisa di final Champions League'. Wow, itu amazing. Itu saya enggak tahu, saya ngomong sama teman-teman bahwa, ya ini, kerja keras dan loyalitas kita sama tim ini gitu," kata Muhamad Reza Anugrah.
Muhamad Reza Anugrah menyatakan bahwa pencapaian gemilang tim berjuluk Spirit of Garuda ini tidak lepas dari dedikasi kolektif. Keberhasilan ini merupakan buah kerja keras dari para pemain, jajaran pelatih, manajemen, hingga suporter setia.
Tidak hanya aspek teknis, ia juga meyakini adanya kekuatan doa dari seluruh elemen pendukung tim yang bekerja di balik layar. Hal ini mencakup kontribusi dari para pekerja di mes pemain hingga pengemudi bus tim.
"Di luar itu juga doa, dan doa itu bukan hanya dari pemain, manajemen, atau oficial pelatih, bukan. Tapi dari semua unsur, hulu sampai hilir. Jadi, menurut saya, mungkin ini adalah doa dari mbak kita yang masak di mes," kata Muhamad Reza Anugrah.
"Siapa tahu doa belia, doa mbak yang dijabah Allah, kita yang juara. Siapa tahu doa driver kita yang dijabah Allah. Kan bisa jadi. Makanya, maksudku, kalau ditanya rasanya gimana? Amazing, amazing," kata Muhamad Reza Anugrah.
Keberhasilan Garudayaksa FC mengunci gelar juara Pegadaian Championship 2025/2026 dipastikan lewat kemenangan adu penalti dengan skor 4-3. Laga puncak tersebut berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB.
Apresiasi untuk Sikap Sportif Pendukung Lawan
Manajemen Garudayaksa FC memberikan penghormatan tinggi terhadap militansi dan sportivitas yang diperlihatkan oleh suporter PSS Sleman di dalam stadion.
"Saya takjub banget melihat teman-teman Sleman dan seluruh fans-nya yang wah. Saya mau banget punya fans kayak gitu. Garudayaksa ingin sekali belajar sama teman-teman Sleman, gimana caranya Garudayaksa mengelola fans base, gimana caranya Garudayaksa bisa punya community segitu besar, loyal, militansinya wow, the best," kata Muhamad Reza Anugrah.
Sikap positif yang ditunjukkan oleh pendukung tuan rumah di lapangan dinilai sebagai dampak nyata dari relasi harmonis yang dibangun oleh manajemen kedua klub. Hubungan baik ini juga diperkuat oleh kedekatan para pembina tim dengan pihak Sleman.
"Itu di dalam stadion, nyanyinya enggak putus-putus. Semua koreo mereka lakukan. Wah, itu aku nangis. Bukan nangis karena menang. Bukan itu doang. Sebelum kita menang pun, aku sudah merasakan haru yang sangat dalam. Wah, ini hebat banget Sleman. Dan mereka bisa terima kita dengan sangat baik," kata Muhamad Reza Anugrah.
"Karena memang dengan manajemennya juga, kita komunikasinya baik gitu kan. Para pembina kita juga banyak yang sangat dekat dengan teman-teman Sleman gitu. Dan pertandingannya pun sangat seru. Jadi kalau ditanya rasanya gimana, sedih haru, ya terakhir sangat amat bahagia," kata Muhamad Reza Anugrah.