Gangguan PMT PLN Padamkan Listrik 601 Ribu Pelanggan Jakarta Tangsel
Gangguan pada sakelar pemutus tenaga (PMT) Incoming 20 kV memicu pemadaman listrik yang berdampak pada 601.535 pelanggan di wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan pada Senin (3/8) pukul 04.59 WIB.
Insiden ini mengakibatkan beban listrik hilang hingga mencapai 197,5 megawatt (MW) serta berdampak pada 169 penyulang dan 1.315 gardu distribusi. Wilayah terdampak mencakup tujuh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), yaitu Bandengan, Bintaro, Bulungan, Cengkareng, Ciputat, Kebon Jeruk, dan Menteng.
Komisaris Independen PLN Andi Arief menjelaskan penyebab teknis yang memicu terhentinya aliran listrik tersebut berdasarkan laporan Dispatcher Distribution Control Center (DCC) Jakarta.
"Gangguan PMT itu (pemutus tenaga atau dikenal secara global sebagai circuit breaker)," kata Andi saat dikonfirmasi.
Sejumlah gardu induk utama seperti GI Bintaro, GI Bintaro Baru, GI Petukangan, GI Grogol, dan GI Grogol Baru dilaporkan mengalami kendala operasional. Imbasnya, pemadaman meluas ke area pemukiman di Bintaro, Pondok Aren, Jombang, Rempoa, Veteran, Tomang, Tubagus Angke, hingga Grogol.
Gangguan pasokan arus listrik ini juga sempat menghentikan operasional beberapa fasilitas umum penting, termasuk Stasiun Pondok Ranji, Stasiun Sudimara, moda transportasi KRL, Mall Taman Anggrek, Bintaro Jaya Xchange Mall, UIN Syarif Hidayatullah, serta sejumlah rumah sakit seperti RS Pondok Indah, RS Premier Bintaro, RSUD Pesanggrahan, dan RS Suyoto.
Meski cakupan wilayah terdampak cukup luas, proses penanganan sistem distribusi listrik diklaim dapat diselesaikan dalam waktu singkat oleh petugas di lapangan.
Penormalan aliran listrik ke rumah warga dan fasilitas publik langsung dilakukan secara bertahap tak lama setelah gangguan terdeteksi pada dini hari tersebut.
Berdasarkan catatan laporan DCC Jakarta, pemulihan pasokan listrik mulai berlangsung sekitar pukul 05.14 WIB atau kurang lebih 15 menit sejak awal terjadinya gangguan.