Gangguan Kesehatan Melanda Skuad Norwegia Menjelang Perempat Final Piala Dunia 2026

Share

Kondisi fisik skuad tim nasional Norwegia dilaporkan mengalami penurunan akibat jarak perjalanan yang jauh selama gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Masalah kesehatan ini melanda para pemain menjelang pertandingan penting babak perempat final melawan Inggris pada Minggu, 12 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Padatnya jadwal pertandingan sepanjang turnamen diakui menjadi pemicu utama kelelahan fisik yang dialami para pemain. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, menyebutkan bahwa penyerang Jorgen Strand Larsen menjadi pemain dengan gejala paling serius karena mengalami demam tinggi, sementara beberapa pilar lainnya mulai mengeluhkan batuk serta suara serak.

"Kami sebenarnya hanya memiliki Jorgen yang mengalami demam, tetapi ada juga beberapa pemain yang batuk dan suaranya serak," ungkap Solbakken dilansir dari Reuters, Jumat (10/7/2026).

Pihak tim menilai situasi penyebaran penyakit ini merupakan hal yang tidak terhindarkan karena rombongan harus terus berpindah kota. Berbagai faktor eksternal seperti sirkulasi udara di pesawat, durasi penerbangan, hingga pendingin ruangan di area ganti pakaian disinyalir memperburuk kondisi fisik para atlet.

"Tapi ada pendingin ruangan, penerbangan, ruang ganti, dan semua hal itu. Dalam rombongan Norwegia ada sekitar 50 orang, jadi akan aneh jika tidak ada satu atau dua masalah kesehatan yang muncul," ujarnya.

Sebelum gelombang sakit ini meluas, lini pertahanan Norwegia sudah kehilangan Marcus Holmgren Pedersen yang absen akibat sakit saat timnya menang 2-1 atas Brasil di babak 16 besar. Solbakken menganalisis bahwa tekanan mental yang berat pada turnamen besar turut memengaruhi turunnya imunitas pemain berusia 25 tahun tersebut.

"Saya pikir, tanpa bermaksud menjadi dokter, ini adalah kombinasi dari usianya yang masih muda. Dia datang ke piala dunia dengan berpikir, 'Saya hanya akan menjadi pelapis Julian (Ryerson)', tetapi kemudian dia mendapat kesempatan bermain dalam dua pertandingan dan tampil sangat baik," jelas Solbakken.

Kondisi psikologis pemain muda yang belum terbiasa dengan atmosfer kompetisi tertinggi dinilai memicu kelelahan ekstrem pada metabolisme tubuhnya.

"Dia menerima begitu banyak rangsangan, kepalanya dipenuhi berbagai hal, tubuhnya juga dipenuhi banyak pengalaman baru, dan akhirnya sistem tubuhnya sedikit kolaps," lengkapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author