Gaikindo Usul Pemerintah Perluas Insentif untuk Mobil Konvensional dan Hybrid

Share

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan kepada pemerintah untuk memperluas cakupan insentif industri otomotif nasional pada Selasa (30/6/2026) agar tidak hanya menyasar kendaraan listrik berbasis baterai.

Langkah ini dinilai penting bagi mobil bermesin konvensional, hybrid, hingga plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) demi menjaga stabilitas pasar otomotif domestik, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Permintaan perluasan insentif tersebut mengemuka seiring munculnya isu relokasi sebagian produksi pabrik komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam.

"Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan," ujar Ketua Harian Gaikindo Anton Kumoonty.

Anton menilai sektor otomotif memiliki peran strategis dan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, sehingga sinergi yang kokoh antara pelaku industri dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mendongkrak daya saing pasar.

"Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri," kata Anton.

Asosiasi mencatat dukungan konsisten pemerintah selama ini telah berjalan melalui fasilitas investasi, forum dialog, hingga insentif fiskal seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan program low carbon emission vehicle (LCEV).

Berdasarkan data performa pasar terbaru, penjualan bulanan mobil per Mei 2026 mencapai 69.219 unit, mengalami penurunan dibandingkan perolehan April yang menyentuh angka 80.779 unit.

Kendati demikian, akumulasi penjualan sepanjang Januari hingga Mei tahun ini berhasil membukukan total 359.015 unit, atau mengalami kenaikan sebesar 12,8 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author