Mantan Kapten AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia akibat Nodul Paru
Legenda sepak bola Italia sekaligus Wakil Presiden Kehormatan AC Milan, Franco Baresi, meninggal dunia pada Kamis (30/7/2026) di usia 66 tahun. Mendiang mengembuskan napas terakhir usai berjuang melawan penyakit nodul paru-paru yang didiagnosis sejak Agustus 2025.
Kabar duka ini menyita perhatian dunia medis dan olahraga. Dilansir dari ok-salute.it, tim medis AC Milan pertama kali mendeteksi nodulasi polmonare atau nodul paru-paru pada Baresi saat pemeriksaan rutin pada 3 Agustus 2025. Penyakit ini umumnya bersifat silient pada stadium awal, di mana lebih dari 70 persen pasien baru terdiagnosis saat berada di fase lanjut.
Setelah diagnosis tersebut, Baresi menjalani prosedur bedah mini-invasif serta terapi terarah di Rumah Sakit Humanitas Rozzano, dekat Milan. Berbagai penanganan medis dan pengobatan modern seperti imunoterapi membantu menjaga kondisi kesehatannya hingga beberapa bulan terakhir.
Penampilan publik terakhir Baresi tercatat pada Februari 2026 saat bertugas membawa obor Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina bersama mantan pemain Inter Milan, Beppe Bergomi. Selain perjuangan kesehatannya, mantan bek tangguh ini sempat menghadapi krisis finansial pascapensiun akibat kegagalan investasi properti dan bangkrutnya bank Credieuronord pada awal 2000-an, seperti dilaporkan publika.id.
Guna menjaga stabilitas kehidupannya, manajemen AC Milan terus memberikan peran strategis bagi Baresi. Hubungan emosional yang erat dengan mantan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, menjadi salah satu pondasi penting dalam perjalanan karier dan kehidupan pribadinya.
Dalam buku terakhirnya yang berjudul 'Ancora in gioco', Baresi membagikan pandangannya mengenai makna kehidupan dan warisan yang ditinggalkannya.
"Keagungan sejati tidak terletak pada bagaimana kita mengukur waktu – jam tangan seharga sepuluh euro menunjukkan waktu yang sama dengan jam tangan seharga sepuluh ribu – melainkan pada ruang yang kita ciptakan… Saya merasa terhibur mengetahui bahwa saya telah meninggalkan jejak di mana waktu tidak akan pernah bisa mencapainya," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Mantan kapten Timnas Italia itu juga menumpahkan rasa kehilangannya setelah kepergian Silvio Berlusconi yang dianggapnya sebagai sosok penuntun hidup.
"Tanpa dia saya merasa lebih kesepian," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Baresi menceritakan betapa besarnya peran Berlusconi dalam membentuk mentalitas bertanding para pemain di klub legendaris tersebut.
"Silvio Berlusconi unik dan penuh kasih sayang kepada semua orang. Bagi saya dia seperti seorang ayah: dia mewujudkan semua impian saya dan menyampaikan mentalitas pemenangnya kepada kita semua para pemain, mereka dari sepak bola era lain," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Salah satu kenangan paling berkesan bagi Baresi adalah saat menerima replika trofi Ballon d'Or secara khusus dari sang presiden klub.
"Sebaliknya saya bermain lebih awal juga dalam hal ini," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Ia pun mengingat momen bersejarah ketika tiga pemain AC Milan mendominasi panggung penghargaan sepak bola sejagat tersebut.
"Dalam edisi Ballon d'Or 1989 saya berada di urutan kedua di belakang Van Basten dan di depan Rijkaard, podiumnya semua pemain Milan. Namun pada kesempatan itu Presiden Berlusconi memberi saya versi asli Ballon d'Or," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Di panggung hijau, karier Baresi tercatat sangat gemilang. Dilansir dari cnnindonesia.com, Baresi merupakan 'one man club' yang membela Rossoneri selama 20 tahun sejak debutnya pada 23 April 1978 hingga pensiun pada 1997. Sepanjang kariernya, ia menyumbangkan enam gelar Serie A dan tiga trofi Liga Champions. Atas dedikasi luar biasa tersebut, AC Milan secara resmi memensiunkan nomor punggung 6 milik Baresi.