Franco Baresi Memulai Karir Sepak Bola Dari Permainan Tanpa Sepatu di Travagliato

Share

Franco Baresi memulai perjalanan sepak bolanya di Travagliato, sebuah kota kecil dengan 14 ribu penduduk, dengan bermain tanpa sepatu karena hanya memiliki satu pasang sepatu yang dijaga agar tidak rusak.

Ketika kecil, ia bermain di halaman rumah bersama saudara dan teman-temannya. Nilai-nilai yang dia pelajari di lingkungan oratorio dan kota kecil di Brescia pada tahun 1960-an membentuk karakter dan moralnya yang kuat.

Baresi pernah berkata, "Di sekolah dan oratorio saya belajar solidaritas, ketersediaan, dan semangat pengorbanan, yang kemudian menjadi prinsip hidup saya."

Pelatihnya, Guido Settembrino, yang juga pernah melatih klub U.S.O Travagliato, pernah berjanji kepada ibu Baresi saat menjelang meninggal, bahwa ia akan mengurus karir sepak bola Baresi dan saudara laki-lakinya, Beppe.

Meski tubuhnya kecil dan sempat ditolak Inter yang memilih saudaranya, Settembrino tetap memperjuangkan Baresi dengan membawanya untuk tiga kali tes di Milan. Pada tes ketiga, Baresi diterima dan memulai karir yang kemudian dikenal luas.

Franco Baresi kembali ke Travagliato beberapa tahun lalu untuk meresmikan sekolah sepak bola yang bekerja sama dengan Milan, di mana ia pernah menjadi Brand Ambassador.

Dalam kesempatan itu, Baresi sempat bermain bersama anak-anak di lapangan dan menyampaikan pesan penting tentang makna kebahagiaan dalam bermain sepak bola.

"Saya ingin mengatakan kepada anak-anak bahwa kadang mimpi bisa terwujud. Saya adalah buktinya. Yang penting bukan di mana bermain, tapi dengan siapa dan seberapa bahagia kita.

Intinya adalah ini. Saya bermain lama waktu kecil karena itu adalah bahan bakar hidup saya," ujar Baresi.

Dia menambahkan bahwa meski dunia luar sepak bola telah berubah, di dalam lapangan nilai-nilai dan esensi permainan tetap sama seperti dulu.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Franco Baresi Milan Sepak Bola
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author