Luis Figo menyebut Mbappe Vitinha dan Doue kandidat Ballon d’Or

Share

Luis Figo, peraih Ballon d'Or tahun 2000, mengungkap kandidat peraih penghargaan pada tahun ini dan menyingkirkan Lionel Messi serta Lamine Yamal dari daftar terkuat, meski keduanya mencapai final Piala Dunia 2026.

Figo menyatakan Kylian Mbappe layak masuk kelompok kandidat setelah tampil sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dengan 10 gol.

Dalam penilaiannya yang dikaitkan dengan performa sepanjang tahun, ia juga menegaskan perhitungan harus mencakup gelar domestik dan Liga Champions, bukan Piala Dunia semata.

"Mbappe dan penampilannya yang luar biasa di Piala Dunia tentu akan menempatkannya di antara para calon pemenang," kata Figo.

Figo menambahkan bahwa kemenangan PSG dan gelar Liga Champions ikut memengaruhi pertimbangan, dengan menyebut perlunya melihat performa menyeluruh.

"Dan saya tentu akan memasukkan pemain PSG yang telah menjuarai Liga Champions lagi. Perhitungan harus mencakup performa sepanjang tahun. Secara logis, Piala Dunia memang bisa menjadi penentu kemenangan, tetapi gelar domestik dan Liga Champions juga sangat penting," tambah Figo.

Figo juga menyoroti pemain PSG lainnya, yakni Vitinha, serta Desire Doue, yang menurutnya menjalani musim luar biasa meski Piala Dunia tidak berjalan baik bagi mereka bersama timnas masing-masing.

"Saya mungkin akan menyoroti Vitinha dan Desire Doue, yang telah menjalani musim luar biasa meskipun Piala Dunia tidak berjalan baik bagi mereka, khususnya untuk Portugal. Saya akan memasukkan mereka semua ke dalam daftar kandidat," pungkasnya.

Selain Mbappe, Figo menempatkan Rodri di barisan terdepan kandidat setelah tampil istimewa sepanjang Piala Dunia 2026, sekaligus membuka ruang pembahasan terkait ketertarikan Real Madrid.

"Rodri menampilkan Piala Dunia yang luar biasa, dan hal ini bisa memberatkan timbangan ke arahnya dalam persaingan Ballon d'Or," kata Figo.

Figo menyebut kepindahan Rodri ke Real Madrid akan sulit karena terikat kontrak dengan Manchester City, namun mengatakan klub-klub besar selalu berupaya mendatangkan pemain terbaik.

"Saya rasa merampungkan transfer ini akan sulit karena ia terikat kontrak dengan Manchester City, tetapi semua orang tahu bahwa Real Madrid selalu berupaya mendatangkan pemain terbaik di dunia," ucap Figo.

Menutup penilaian, Figo menilai Spanyol pantas merebut gelar karena konsisten sepanjang turnamen, termasuk catatan kebobolan satu gol.

"Spanyol adalah tim terbaik, tidak hanya di laga final, tetapi sepanjang turnamen. Mereka hanya kebobolan satu gol, menjadi yang paling stabil, dan menampilkan sepak bola terbaik, karena itu gelar mereka memang layak," kata Figo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author