FIGC Kesulitan Penuhi Tuntutan Gaji Pep Guardiola
Upaya Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mendatangkan Pep Guardiola sebagai juru taktik baru Timnas Italia terancam kandas akibat kendala finansial pada Kamis (23/7/2026). Perbedaan nilai tawaran gaji yang mencapai dua kali lipat menjadi penghambat utama negosiasi. Berdasarkan laporan La Gazzetta dello Sport, Guardiola menetapkan syarat gaji sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp 409 miliar per tahun.
Sementara itu, FIGC hanya sanggup menyediakan anggaran sebesar 10 juta euro atau sekitar Rp 204,5 miliar per musim. Selain masalah besaran gaji, pelatih berusia 55 tahun tersebut dilaporkan ingin mengambil rehat sejenak dari dunia kepelatihan. Hal ini menyusul pengabdiannya selama sepuluh musim menangani klub Inggris, Manchester City.
Upaya pendekatan langsung sebenarnya telah dilakukan oleh Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini bersama penasihatnya, Leonardo. Keduanya menemui Guardiola di Barcelona pada akhir pekan lalu untuk memaparkan rencana proyek jangka panjang Gli Azzurri.
Manajemen FIGC, termasuk Presiden FIGC Giovanni Malagò bersama Maldini dan Leonardo, dijadwalkan mempresentasikan proyek baru tim nasional dalam rapat bersama klub-klub peserta Lega Serie A pada Kamis (23/7/2026). Namun, pengumuman pelatih baru dipastikan belum akan dilakukan dalam pertemuan tersebut. Guna mengantisipasi potensi penolakan dari Guardiola, FIGC mulai menyusun opsi alternatif. Nama mantan pelatih Timnas Italia Roberto Mancini serta eks gelandang AC Milan Andrea Pirlo kini masuk dalam bursa calon pelatih baru.