FIFA Rilis Lagu Tema DNA dan Soundtrack Resmi Piala Dunia 2026

Share

Federasi Internasional Sepak Bola atau FIFA resmi meluncurkan lagu tema terbaru berjudul DNA (More Than A Game) pada Rabu, 10 Juni 2026 untuk menyambut turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Peluncuran lagu kolaboratif multingual ini menandai kelanjutan tradisi pengadopsian soundtrack resmi oleh FIFA yang telah dimulai sejak tahun 1990 menurut publikasi Billboard.

Karya terbaru ini menggabungkan penampilan musisi lintas negara seperti Andrea Bocelli, David Guetta, EJAE, dan Megan Thee Stallion dengan memadukan bahasa Inggris, Italia, serta Korea.

Penyanyi EJAE menyatakan bahwa keterlibatannya dalam lagu kebangsaan resmi tersebut menjadi kehormatan besar karena ia dapat merepresentasikan Korea Selatan di panggung dunia melalui lirik yang ditulisnya.

"Menjadi bagian dari lagu kebangsaan resmi Piala Dunia FIFA sangat berarti bagi saya. Ini sangat bermakna karena saya dapat menulis lirik Korea dalam lagu tersebut mewakili Korea di panggung ini adalah suatu kehormatan," kata EJAE melalui FIFA.

Artis K-pop tersebut kemudian mengenang kembali atmosfer persatuan masyarakat yang ia saksikan langsung di kota Seoul selama penyelenggaraan turnamen sepak bola akbar pada tahun 2002 silam.

"Saya tidak akan pernah melupakan perasaan melihat orang asing di jalan saling berpelukan dan merayakan. Bagi saya, perasaan kebersamaan itulah yang menjadi makna Piala Dunia, dan saya bersyukur bisa menjadi bagian dari dalamnya tahun ini!" tutur EJAE.

Selain lagu utama, album kompilasi orisinal turnamen kali ini turut melibatkan deretan pesohor global seperti Katy Perry, Lisa BLACKPINK, Anitta, Rema, Shakira, hingga Burna Boy.

Superstar asal Kolombia, Shakira, yang berkolaborasi dengan Burna Boy lewat lagu Dai Dai, mengungkapkan besarnya tanggung jawab moral dalam menggarap proyek musik untuk ajang olahraga paling bergengsi di dunia ini.

"Sepak bola adalah sesuatu yang menyatukan begitu banyak budaya dan orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat," katanya kepada AP.

Melodi yang diciptakan menurutnya harus bersifat global agar mampu merangkul emosi dan latar belakang kultural dari para pendengar di seluruh penjuru dunia.

"Tanggung jawab besar dalam membuat lagu Piala Dunia adalah Anda harus membuat lagu yang mewakili perasaan, emosi, dan semangat orang-orang," ungkap Shakira.

Ia menambahkan bahwa pemahaman mendalam mengenai keragaman budaya dunia tersebut sangat membantunya dalam menyusun lagu-lagu tema turnamen sepak bola pada edisi-edisi terdahulu.

"Jadi, Anda harus menulis lagu itu, dengan memahami bahwa lagu itu harus bersifat global. Lagu itu harus mencakup begitu banyak budaya dan mewakili begitu banyak orang dalam satu melodi," lanjut Shakira.

Mantan istri Gerard Pique ini juga menggarisbawahi pentingnya elemen ritme kuat yang dapat memicu antusiasme massa pendengar untuk bergerak dan bernyanyi bersama di dalam stadion.

"Hal itu, dalam beberapa hal, telah membantu saya menciptakan lagu-lagu tersebut di masa lalu," ujarnya.

Aspek energi dinamis disebutnya sebagai komponen mutlak yang wajib ada di setiap lagu tema turnamen olahraga agar pesan emosionalnya tersampaikan dengan baik.

"Menurut saya, lagu Piala Dunia yang bagus harus memiliki ritme. Harus berirama. Harus membuat orang ingin berdansa. Dan juga harus menjadi lagu kebangsaan," kata Shakira.

Pernyataan senada disampaikan oleh J Balvin, salah satu pengisi lagu resmi Coca-Cola untuk Piala Dunia 2026, yang menilai sebuah karya musik wajib mengikat atensi publik dengan cepat.

"Harus membuat orang ingin bernyanyi bersama, bernyanyi dengan lantang sekuat tenaga. Lagu itu juga harus memiliki energi seperti itu. Itu suatu keharusan," katanya.

Menurutnya, musisi masa kini dihadapkan pada tantangan durasi konsentrasi pendengar yang sangat pendek, sehingga intensitas emosi harus langsung disajikan sejak detik-detik awal lagu dimulai.

"Saat ini, dengan musik dan semua jenis musik, tidak masalah apakah itu Piala Dunia, reggaeton, atau hip-hop, rentang perhatian orang hanya sekitar lima detik," ucap J Balvin.

Ia menilai bahwa musik pengiring turnamen sepak bola memiliki keunikan tersendiri karena harus mampu merefleksikan dinamika naik-turunnya emosi para suporter di lapangan hijau.

"And itulah kenyataannya. Saya tidak menghakimi, Anda hanya perlu melakukannya dengan sepenuh hati," katanya.

Bagi penyanyi pendatang baru Nora Fatehi yang membawakan lagu Siir, Siir bersama Vegedream dan Sanjoy, sebuah lagu tema harus menyuarakan mentalitas para pemenang kompetisi.

"Sepak bola menyatukan kita, dengan segala suka dan duka yang berbeda," katanya.

Ia menginginkan agar setiap orang yang mendengarkan lagunya langsung mendapatkan suntikan motivasi besar seolah-olah mereka telah berhasil menaklukkan tantangan terbesar di dunia.

"Semua emosi yang berbeda ini terjadi dalam satu permainan," ujarnya.

Visi serupa dibagikan oleh musisi kawakan Wyclef Jean yang pernah terlibat dalam penggarapan lagu resmi Dar um Jeito untuk ajang Piala Dunia FIFA tahun 2014 di Brasil.

"Lagu itu butuh irama yang bagus karena kita di sini untuk berdansa dan kita perlu merayakan," katanya tentang lagu anthem Piala Dunia.

Ia menegaskan bahwa indikator utama kesuksesan sebuah lagu kebangsaan turnamen sepak bola terletak pada kemampuannya menggetarkan seluruh area tribun stadion secara masif.

"Jadi, begitu Anda mendengar lagu itu, Anda seharusnya merasa seperti telah menaklukkan dunia. Anda seharusnya merasa termotivasi. Anda seharusnya merasa terinspirasi. Itulah yang seharusnya dirasakan," ungkap Nora Fatehi.

Wyclef Jean menambahkan bahwa di atas segala perbedaan bahasa nasional, getaran energi universal dari melodi musik adalah instrumen utama yang menyatukan seluruh umat manusia.

"Intinya? Lagu itu harus mampu membangkitkan semangat stadion," kata Wyclef Jean.

Ia mengamati bahwa semua komposisi lagu tema turnamen dunia dari berbagai kawasan selalu menonjolkan karakteristik gerakan kultural yang kuat dan memikat para pencinta bola.

"Anda benar-benar harus merasakan seluruh stadion bergetar. Jika tidak, lagu kebangsaan itu tidak akan berhasil," ungkapnya.

Kombinasi melodi sederhana yang ramah di telinga penonton global dinilainya sebagai kunci utama keberhasilan sebuah soundtrack resmi turnamen sepak bola internasional.

"Saya tidak tahu satu pun lagu Piala Dunia yang tidak memiliki ritme dan gerakan yang menakjubkan," katanya.

Melalui keterlibatan para artis global ini, FIFA menargetkan penggalangan dana sebesar 100 juta dolar AS untuk Dana Pendidikan Warga Global FIFA guna mendukung akses edukasi anak-anak dunia.

"Baik mereka berasal dari Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, bagian mana pun di dunia, Karibia — orang-orang tertarik pada budaya," katanya.

Upacara pembukaan ajang ini dijadwalkan berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, disusul rangkaian pertandingan di 16 kota tuan rumah hingga laga final di New Jersey pada 19 Juli 2026.

"Dan yang paling saya sukai dari Piala Dunia adalah, sebelum memiliki bahasa, ia memiliki energi dan getaran tersendiri. Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan bahasa," imbuhnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author