FIFA Bantah Tuduhan Perlakuan Istimewa terhadap Lionel Messi

Share

Ketua Wasit FIFA Pierluigi Collina membantah keras tuduhan Asosiasi Sepak Bola Mesir mengenai adanya perlakuan istimewa untuk memenangkan Lionel Messi dan Argentina pada Piala Dunia 2026. Protes resmi dilayangkan Mesir setelah kekalahan 2-3 dari Argentina di babak 16 besar, di mana pelatih Hossam Hassan menduga ada upaya mempertahankan sang juara bertahan di turnamen. Pihak Mesir mempermasalahkan gol Mostafa Ziko yang dianulir serta tidak digubrisnya klaim penalti sebelum gol kemenangan Enzo Fernandez. "Tuduhan yang tidak berdasar tidak punya tempat dalam olahraga kami," kata Pierluigi Collina, Ketua Wasit FIFA dilansir dari laman resmi federasi dunia.

Collina menyatakan kekhawatirannya bahwa serangan publik terhadap perangkat pertandingan dapat memicu ancaman bagi keluarga mereka, sembari menegaskan bahwa keputusan di lapangan sepenuhnya murni dan independen.

"Tidak ada yang bisa mengklaim bahwa keputusan wasit dapat dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh Presiden FIFA sekalipun," tambah Pierluigi Collina. Terkait evaluasi jalannya pertandingan tersebut, pria asal Italia itu memastikan bahwa proses peninjauan oleh VAR telah berjalan sesuai prosedur baku sepak bola.

"Pelanggaran tetaplah pelanggaran," tutur Pierluigi Collina saat menjelaskan insiden Marwan Attia yang menginjak kaki Lisandro Martinez sebelum gol Mesir dibatalkan. Sementara untuk insiden di kotak penalti Argentina sebelum gol penentu kemenangan, ia menilai kejadian itu sebagai kontak fisik yang normal dalam sepak bola.

"Jika dalam proses pembangunan serangan ditemukan pelanggaran yang menurut penilaian VAR memengaruhi terciptanya gol, maka VAR akan merekomendasikan pemeriksaan di pinggir lapangan. Tidak ada batasan yang ditetapkan terkait jarak dari gawang atau rentang waktu antara insiden tersebut dan terciptanya gol," jelas Pierluigi Collina. Menanggapi performa korps baju hitam secara keseluruhan, Collina menyebut kinerja para pengadil lapangan di Piala Dunia 2026 sejauh ini sudah berada dalam level yang cukup baik. "Beliau (Infantino) senantiasa menunjukkan dukungan penuh terhadap tim wasit FIFA sembari memercayakan kami untuk bekerja dengan independensi penuh," ungkap Pierluigi Collina.

Pihak komite perwasitan menyadari tingginya tekanan dan sorotan publik, namun tetap menjamin integritas para petugas yang memimpin pertandingan.

"Para perangkat pertandingan mengambil keputusan secara jujur dan, sama halnya dengan pemain maupun pelatih, mereka selalu berupaya memberikan yang terbaik," tambah Pierluigi Collina. Kepadatan jadwal pertandingan dalam durasi turnamen yang singkat diakui menjadi tantangan tersendiri bagi kondisi fisik dan fokus para wasit di lapangan. "Secara keseluruhan, kami merasa senang. Namun, dengan banyaknya pertandingan yang dijalani dalam waktu yang relatif singkat, wajar jika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan," jelas Pierluigi Collina.

Evaluasi berkala tetap dilakukan oleh FIFA agar para wasit yang dianggap tampil kurang prima bisa segera membenahi performa mereka.

"Saat hal itu terjadi, mereka siap bekerja lebih keras lagi untuk memastikan kesiapan penuh menghadapi pertandingan berikutnya," pungkas Pierluigi Collina.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author