FIA Beri Teguran Lewis Hamilton Akibat Pelanggaran Bendera Kuning

Share

Pebalap Mercedes Lewis Hamilton resmi dijatuhi sanksi teguran oleh steward setelah terbukti melakukan pelanggaran bendera kuning dalam balapan Formula 1 Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone pada Minggu, 5 Juli 2026.

Hukuman tersebut melengkapi hasil buruk Hamilton setelah sebelumnya ia juga menerima penalti waktu lima detik akibat melakukan start salah yang diselesaikan pada pemberhentian pit pertama.

Pengawas balapan menyatakan pebalap asal Inggris tersebut gagal mengurangi kecepatan saat bendera kuning tunggal berkibar di Tikungan 9 pada putaran ke-38 ketika sedang bersaing ketat dengan Max Verstappen.

"I’m probably going to get a penalty right now as well," ujar Lewis Hamilton, Pebalap Mercedes.

Pebalap dengan tujuh gelar juara dunia tersebut mengakui kesalahannya karena tidak melihat kibaran bendera peringatan akibat fokus mengamati kaca spion.

"I went through a yellow flag and I didn’t it. Jumped the start, yellow flag – when it rains, it pours," kata Lewis Hamilton, Pebalap Mercedes.

Dokumen resmi federasi menjelaskan indikator kuning pada layar kemudi Hamilton baru muncul saat dirinya mendekati akhir zona bendera kuning menuju Tikungan 10, sehingga waktu respons pebalap menjadi sangat terbatas.

Di sisi lain, regulasi periode safety car pasca-kecelakaan Max Verstappen memicu kritik keras dari pengamat aviasi Gary Anderson karena dinilai merusak jalannya balapan akibat kesalahan perangkat lunak sistem FIA.

"The safety car period regulation, Article B5. 13.5, states that one lap must be completed following the unlapping procedure. This process was followed by race operations. The "safety car in this lap" message was displayed erroneously due to a software error," papar Gary Anderson, Pakar F1.

Kondisi ini membuat Mercedes gagal memaksimalkan poin karena George Russell finis di posisi kedua sementara Charles Leclerc dari Ferrari keluar sebagai pemenang Grand Prix Inggris.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author