Feyenoord Ajukan Tawaran Balasan Kepada AS Roma Terkait Givairo Read
Klub Eredivisie Feyenoord mengajukan proposal balasan kepada AS Roma dalam negosiasi transfer bek kanan Givairo Read pada Jumat, 31 Juli 2026. Langkah ini diambil setelah klub asal Rotterdam tersebut menolak tawaran awal bernilai maksimal 25 juta euro dari perwakilan Italia.
Proses negosiasi terkini berfokus pada pembahasan struktur pembayaran, bonus, serta skema keseluruhan transfer. Feyenoord mengindikasikan keberatan terhadap angka 25 juta euro sebagai nilai tetap, tetapi siap merampungkan kesepakatan apabila struktur pembayaran disesuaikan.
Sebelumnya, Nottingham Forest sempat menunjukkan minat untuk memboyong Read, tetapi klub Inggris itu mengalihkan fokus dengan mengajukan tawaran senilai 17,5 juta euro ditambah bonus untuk Anan Khalaili dari Union Saint-Gilloise. Di sisi lain, mantan direktur Feyenoord Dennis te Kloese mengungkapkan bahwa Read hampir bergabung dengan Bayern München pada musim lalu sebelum dua kali cedera membatalkan kepindahan tersebut.
Mantan Direktur Feyenoord Dennis te Kloese menegaskan tidak ada klausal pelepasan bernilai tertentu dalam kontrak sang pemain muda.
"Pada masa saya di Feyenoord, saya tidak membuat kesepakatan harga dengan siapa pun. Lagi pula, di Feyenoord sama sekali tidak ada klausul dalam kontrak," kata Dennis te Kloese, Mantan Direktur Feyenoord.
Ia menambahkan bahwa pembicaraan mengenai kepindahan sang bek ke klub-klub besar Eropa sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun lalu sebelum terhalang masalah fisik.
"Tahun lalu, sebelum jeda musim dingin, saya aktif mengupayakan transfer Read ke Bayern Munchen. Setelah itu, ada lebih banyak klub yang ikut datang. Semuanya berada kurang lebih di kisaran harga 25 juta euro itu, bahkan sedikit lebih tinggi," kata Dennis te Kloese, Mantan Direktur Feyenoord.
Te Kloese menjelaskan skema awal yang telah disusun oleh pihak klub bersama calon pembeli sebelum sang pemain mendapati masalah kebugaran.
"Musim dingin lalu, rencananya adalah menyelesaikan transfer, membiarkan Givairo bermain setengah musim lagi di Feyenoord, lalu membuatnya pindah pada musim panas. Tetapi yang kemudian terjadi adalah Givairo mengalami cedera dua kali. Itu kemudian menggagalkan semuanya," kata Dennis te Kloese, Mantan Direktur Feyenoord.
Ia membeberkan pertimbangan klub-klub pengincar yang memilih menunda proses perekrutan untuk memantau pemulihan fisik sang pemain.
"Saya rasa setahun lalu cukup realistis jika dia pergi ke klub besar seperti Bayern Munchen atau klub top di Inggris," kata Dennis te Kloese, Mantan Direktur Feyenoord.
Ia juga menilai situasi kebugaran Read membuat dinamika perburuan transfer mengalami perubahan strategi dari para peminatnya.
"Tetapi klub-klub itu kemudian mengambil sikap menunggu karena dia mengalami cedera dan mereka ingin melihat apakah dia bisa kembali bugar, kembali ke level tertinggi, dan memainkan banyak pertandingan secara beruntun," kata Dennis te Kloese, Mantan Direktur Feyenoord.
Di sisi lain, minat dari Jerman berpotensi tergeser oleh manuver cepat yang ditunjukkan oleh tim asal Premier League.
"Saya pikir Nottingham Forest sekarang ingin bergerak lebih cepat di pasar dan membajak Read di depan mata klub besar," kata Dennis te Kloese, Mantan Direktur Feyenoord.
Mantan pejabat eksekutif tersebut menegaskan kendala utama yang merusak kesepakatan yang pada dasarnya sudah matang.
"Kemudian Givairo mengalami dua cedera. Itu membuat kami tidak bisa melanjutkan kesepakatan," kata Dennis te Kloese, Mantan Direktur Feyenoord.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa tanpa hambatan cedera, kepindahan ke raksasa Bundesliga tersebut dipastikan sudah terjadi.
"Jika tidak ada cedera, saya yakin akan ada kesepakatan dengan Bayern," kata Dennis te Kloese, Mantan Direktur Feyenoord.
Pemain yang bersangkutan, Givairo Read, menanggapi berbagai rumor kepindahannya ke Liga Italia maupun Liga Inggris dengan tenang di tengah persiapan pramusim.
"Tentu saja saya cukup tegang," kata Givairo Read, Pemain Feyenoord.
Ia mengaku memilih untuk menyerahkan urusan negosiasi sepenuhnya kepada perwakilan hukumnya demi menjaga ketenangan.
"Tapi saya tidak bisa melihat masa depan. Saya sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi. Bahkan, menurut saya saya juga tidak tahu semua yang sedang terjadi saat ini dan itu memang disengaja," kata Givairo Read, Pemain Feyenoord.
Read membeberkan instruksi khusus kepada agennya agar fokusnya di lapangan tidak terpecah oleh spekulasi pasar transfer.
"Agen saya menyembunyikan banyak hal dari saya, supaya saya bisa tetap fokus pada sepakbola dan sepenuhnya memusatkan perhatian untuk menjadi sangat bugar dan menemukan performa terbaik menjelang musim baru," kata Givairo Read, Pemain Feyenoord.
Meski tidak memaksakan diri untuk segera hengkang, ia mengaku tidak menutup pintu jika ada tawaran proyek sepak bola yang tepat.
"Ini tidak bisa dijelaskan, ini soal perasaan. Saya merasakannya. Bukan berarti saya berpikir: saya harus pergi sekarang, karena saya sudah tidak bisa belajar lagi di sini.
Sama sekali tidak. Saya masih harus belajar sangat banyak dan saya baru berusia 20 tahun. Tapi yang saya katakan adalah, jika peluang transfer itu datang, saya memang ingin memikirkannya.
Anda tidak pernah tahu berapa banyak kesempatan yang Anda dapatkan dalam hidup," kata Givairo Read, Pemain Feyenoord.
Ia menegaskan komitmen profesionalnya untuk bertahan dan memburu gelar jika tidak ada kesepakatan transfer yang terwujud dalam bursa kali ini.
"Misalnya itu tidak berujung pada kepindahan, maka saya tetap di sini dan hanya ingin bermain untuk gelar juara. Setelah itu langkah berikutnya adalah tim nasional Belanda. Semoga," kata Givairo Read, Pemain Feyenoord.
Read juga mengungkapkan kehadiran staf pelatih di Feyenoord menjadi faktor kunci yang membuatnya nyaman bertahan di Rotterdam.
"Hubungan saya dengan Sipke masih persis sama seperti dulu. Dia banyak membantu saya sebagai pemain muda di FC Volendam dan Feyenoord. Karena itu menyenangkan dia sekarang kembali lagi," kata Givairo Read, Pemain Feyenoord.
Feyenoord kini mematok nilai tidak kurang dari 30 juta euro untuk melepas bek kanan berusia 20 tahun tersebut, sementara sang pemain dikabarkan siap menyepakati kontrak pribadi di Roma dengan potensi gaji mencapai 4 juta euro per musim.