Federasi Sepakbola Iran Protes Pencabutan Alokasi Tiket Piala Dunia 2026

Share

Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) melayangkan protes keras setelah alokasi tiket resmi bagi pendukung Timnas Iran dibatalkan secara mendadak menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 pada Jumat (12/6/2026), dilansir dari Detik Travel.

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada rencana perjalanan ribuan penggemar yang telah memesan akomodasi untuk mendukung tim di Amerika Serikat.

Pembatalan sepihak ini membuat pendukung Iran kehilangan akses masuk ke stadion, padahal setiap federasi peserta biasanya berhak menerima kuota tiket sebesar 8 persen.

"Padahal, banyak suporter Iran telah menyusun berbagai rencana perjalanan untuk menyaksikan pertandingan setelah mengikuti mekanisme resmi yang sebelumnya diumumkan," kata FFIRI dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/2026).

Pihak federasi menilai keputusan pencabutan tiket tersebut mencederai sportivitas karena diskriminatif terhadap satu negara peserta.

"Menghalangi suporter Iran untuk mendapatkan alokasi tiket resmi yang menjadi hak mereka merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat kompetisi internasional dan prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta," tulis FFIRI.

FFIRI juga mensinyalir adanya motif di luar olahraga yang memengaruhi kebijakan yang merugikan pendukung Team Melli tersebut.

"Muncul pertanyaan serius mengenai campur tangan pertimbangan non-olahraga dan politik dalam penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar di dunia ini," lanjut mereka.

Hingga saat ini, FFIRI belum mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pembatalan kuota tiket tersebut, namun mereka mendesak FIFA mengambil tindakan tegas demi menjaga netralitas turnamen.

Merespons situasi itu, badan sepak bola dunia menyatakan tengah berupaya memfasilitasi dialog agar para suporter tetap bisa memberikan dukungan langsung.

"FIFA bekerja sama erat dengan Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran untuk mengidentifikasi solusi yang sesuai guna memaksimalkan peluang suporter Iran menghadiri pertandingan," ungkap FIFA.

Persiapan Iran di turnamen ini memang diwarnai ketegangan politik regional akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu, yang memaksa mereka memindahkan pemusatan latihan ke Meksiko.

Selain kendala tiket, kendala visa juga sempat menghambat keberangkatan tim, meskipun skuad asuhan akhirnya mengamankan izin masuk ke AS sekitar 10 hari sebelum laga perdana, meski beberapa staf dilaporkan masih tertahan.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, dilaporkan telah mengadakan pertemuan dengan Presiden FFIRI, Mehdi Taj, guna memastikan kenyamanan delegasi selama berada di Amerika Utara.

"Dengan tim kini berada di Meksiko, FIFA akan terus berdialog dan bekerja sama dengan FFIRI untuk memastikan pengalaman tim dan delegasi berjalan positif," ujar Grafstrom.

Sesuai jadwal, Iran akan melakoni laga perdana Grup G melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, diikuti laga kontra Belgia pada 21 Juni, dan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author