FC Utrecht Ditahan AZ Alkmaar 0-1 di Galgenwaard

Share

FC Utrecht tertinggal 0-1 dari AZ Alkmaar pada babak pertama laga pekan kedua Eredivisie di Stadion Galgenwaard, Sabtu (15/8/2026). Gol pembeda tercipta lewat eksekusi sepak pojok langsung Peer Koopmeiners pada masa tenggang babak pertama.

Pertandingan diawali dengan penghormatan dan prosesi hening cipta selama satu menit untuk mengenang legenda FC Utrecht, Leo van Veen, yang wafat pada usia 80 tahun. Patung peringatan untuk sang legenda juga resmi diresmikan di tribune Bunnikside sebelum laga dimulai.

Pelatih FC Utrecht, Anthony Correia, menerapkan skema 4-3-3 dengan mengandalkan Vasilis Barkas di bawah mistar usai pulih dari sakit. Gelandang Dani de Wit dipercaya tampil sebagai kapten tim saat menghadapi mantan klubnya, menggantikan Joris van Overeem yang dibangkucadangkan akibat cedera ringan.

Peluang pertama laga diraih FC Utrecht melalui aksi solo Ángel Alarcón yang berhasil ditahan kiper AZ, Jari De Busser. Tuan rumah kembali mengancam lewat pergerakan Artem Stepanov yang memberi umpan kepada Yoann Cathline, namun tembakannya melambung di atas gawang.

AZ Alkmaar mulai mengambil alih kendali permainan memasuki pertengahan babak pertama dan hampir memecah kebuntuan pada menit ke-21 saat umpan silang Weslley Patati membentur mistar gawang. Barkas juga dipaksa melakukan penyelamatan gemilang menepis tembakan jarak jauh Wouter Kwakman.

Tekanan tim tamu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-45+1 ketika Koopmeiners mencetak gol langsung dari tendangan sudut yang mengejutkan pertahanan FC Utrecht. Hasil ini membuat tuan rumah berjuang keras memburu poin pertama mereka musim ini setelah pada laga pembuka takluk 1-2 dari FC Groningen.

Sebelum pertandingan digelar, Dani de Wit sempat membagikan pandangannya mengenai performa tim pada laga sebelumnya.

"Tentu saja kekesalan terbesar saya terletak pada hasil melawan Groningen. Kami telah membicarakannya secara mendalam," kata Dani de Wit, Gelandang FC Utrecht.

Ia menilai timnya perlu melakukan evaluasi meski tetap menunjukkan potensi positif di lapangan.

"Ada banyak hal yang harus kami perbaiki, tetapi kita juga harus jujur bahwa kami menciptakan peluang-peluang yang sangat bagus. Jika Anda mencetaknya, Anda memenangkan pertandingan. Sesederhana itu kadang-kadang," kata Dani de Wit, Gelandang FC Utrecht.

Laga ini menjadi momen emosional bagi De Wit yang pernah mencatatkan 200 penampilan dan 30 gol selama lima musim membela AZ Alkmaar.

"Musim lalu dua kali. Sisanya saya sebenarnya belum pernah bermain melawan AZ," kata Dani de Wit, Gelandang FC Utrecht.

Meskipun memiliki kenangan manis bersama lawan, ia menegaskan komitmen penuhnya untuk membawa FC Utrecht meraih hasil maksimal di kandang.

"Ini tetap spesial. Saya bermain di sana selama lima tahun, 200 pertandingan. Ini pertandingan yang menyenangkan," kata Dani de Wit, Gelandang FC Utrecht.

Ia pun tetap optimistis menyongsong kebangkitan timnya di hadapan pendukung sendiri.

"Tapi saya terutama senang kami bermain di kandang lagi di depan pendukung kami sendiri. Momen yang bagus untuk tiga poin pertama," kata Dani de Wit, Gelandang FC Utrecht.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author