FC Twente Tersingkir dari Kualifikasi Liga Europa Usai Tampil Buruk
FC Twente dipastikan gagal melangkah ke putaran utama Liga Europa usai tampil mengecewakan saat melawat ke markas lawan di Budapest pada Kamis, 30 Juli 2026. Hasil ini membuat klub asal Belanda tersebut harus puas terlempar ke babak kualifikasi ketiga Conference League.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif FC Twente yang pada pertandingan leg pertama minggu lalu telah menelan kekalahan 1-2. Meski lawan harus bermain dengan sepuluh pemain akibat kartu merah langsung untuk Philippe Rommens, FC Twente tetap gagal membalikkan keadaan.
Penyerang FC Twente, Wout Weghorst, mengungkapkan kekecewaannya atas performa tim yang dinilai tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain sejak babak pertama.
"Ini benar-benar kesempatan yang terbuang. Kami tidak memulai dengan baik, tetapi setelah kartu merah, alur permainan berubah. Kami mendapat sedikit lebih banyak kendali setelahnya, tetapi keluar dari kamar ganti dengan sangat dramatis. Hal itu seharusnya tidak boleh terjadi," kata Weghorst seperti dilansir dari ESPN.
Performa tim yang tak kunjung membaik di awal babak kedua membuat lawan berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sebelum FC Twente memberikan respon.
"Kami baru masuk ke dalam permainan setelah mereka mencetak gol 2-0, tetapi itu sudah sangat terlambat. Ketika Younes dan Lucas masuk, umpan silang menjadi lebih baik dan kami mencetak dua gol. Namun itu sudah sangat terlambat," ujar Weghorst.
Meski mencetak gol balasan, Wout Weghorst menegaskan bahwa pencapaian individunya tersebut sama sekali tidak memuaskan karena gagal membawa tim melangkah lebih jauh.
"Saya senang bisa mencetak gol pertama saya hari ini, itu menyenangkan, tetapi tidak ada gunanya sama sekali. Kami ingin masuk ke Liga Europa. Klub telah bekerja keras untuk itu.
Dalam pertandingan seperti ini Anda harus bersikap bisnis dan dewasa, tetapi kami tidak seperti itu. Kami masih harus mengambil banyak langkah dalam hal tersebut," tutur Weghorst.
Sementara itu, kapten tim Bart van Rooij turut memberikan kritik terhadap permainan timnya yang dinilai terlalu berbelit-belit dan minim penetrasi langsung ke area pertahanan lawan.
"Kami terlalu banyak berbelit-belit, itu tidak cukup langsung. Mereka menutup pertahanan dengan sangat rapat di belakang, tetapi kami seharusnya bisa melakukannya dengan lebih baik. Itulah kesimpulan menyakitkan hari ini. Hal itu tidak keluar," kata Van Rooij.
Anak asuh John van den Brom kini bersiap menghadapi klub Slowakia, DAC 1904, pada babak kualifikasi ketiga Conference League. Pertandingan leg pertama dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus di Enschede, diikuti laga leg kedua sepekan kemudian di Slowakia.