Tim Gabungan Evakuasi dan Ledakkan Bom Pesawat Perang Dunia II di Blitar

Share

Tim gabungan Jibom Brimob Polda Jatim dan Polres Blitar Kota berhasil mengevakuasi serta meledakkan sebuah bom udara aktif peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di Kota Blitar pada Kamis (9/7), seperti dilansir dari Detik Travel.

Benda berbahaya jenis bom aircraft tersebut awalnya ditemukan oleh seorang pemancing di Sungai Jalan Manggar sebelum akhirnya ditangani oleh aparat kepolisian. Bom tersebut diperkirakan memiliki panjang 1,5 meter, lebar sekitar 25-30 centimeter, serta bobot mencapai 50 hingga 100 kilogram.

Proses pengangkatan material peledak ini dilakukan secara hati-hati mengingat posisinya yang terjepit di antara bebatuan sungai.

"Puji Tuhan, tim berhasil mengangkat (mengevakuasi) yang rupanya memang itu adalah mortir atau bisa dikatakan bom udara atau bom aircraft. Kemudian diangkat bersama-sama tim gabungan," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris T. Lalo pada Kamis (9/7).

Kapolres menjelaskan bahwa kondisi fisik luar dari bom udara tersebut sudah dipenuhi karat karena faktor usia dan kikisan air.

"Menurut tim Jibom itu masih aktif. Posisinya terjepit batu, jadi sudah berkarat. Tidak ada tulisannya, karena mungkin sudah lama tertanam di situ dengan posisi 30 derajat," lanjut Lalo.

Pihak kepolisian juga masih melakukan analisis awal terkait asal-usul persenjataan militer masa lampau ini.

"Kami belum tahu itu bom tahun berapa, kalau bicara dugaan ini bisa saja ke agresi militer dan sebagainya. Yang jelas memang keberadaan benda tersebut sudah lama. Dengan melihat kondisi fisiknya bom mortir pesawat," jelas Lalo.

Setelah proses evakuasi rampung, petugas segera memindahkan bom aircraft tersebut menuju lokasi pemusnahan demi keamanan masyarakat sekitar.

"Untuk bom jenis aircraft yang telah dievakuasi kemarin sudah dilakukan disposal atau pemusnahan oleh tim Jibom Polda Jatim dengan personel Polres Blitar Kota. Disposal dilakukan siang tadi, dan berjalan lancar," terang Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, Jumat (10/7).

Lokasi pemusnahan dipilih di area bekas tambang pasir kawasan Kali Bladak, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar karena areanya luas dan steril dari pemukiman.

"Sebelum dilaksanakan disposal, personel melakukan sterilisasi lokasi. Untuk memastikan tidak ada warga maupun pekerja tambang pasir yang melintas di sekitar lokasi. Nah, setelah dinyatakan aman baru dilakukan disposal dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar," jelas Samsul.

Pemusnahan ini dipastikan telah mengikuti prosedur standar operasional yang ketat guna menekan seluruh risiko lingkungan.

"Sampai dengan disposal selesai, personel dipastikan dalam keadaan aman dan lancar," kata Samsul.

Dampak dari peledakan bom udara ini menghasilkan dentuman keras serta getaran tanah yang cukup masif hingga radius 5 kilometer dari lokasi pemusnahan.

"Kedengeran cukup keras sekali, jaraknya sekitar 4 sampai 5 kilometer dari Kali Bladak itu. Beberapa warga sekitar sini juga kaget, berhamburan keluar rumah. Kami kira Gunung Kelud meletus, ternyata sedang ada peledakan bom dari polisi," tandas Eka, salah seorang warga Nglegok.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author