Euforia Piala Dunia 2026 Memicu Tradisi Nobar Warga di Berbagai Sudut Jakarta
Semarak perhelatan Piala Dunia 2026 melanda Indonesia yang dikenal memiliki basis pencinta sepak bola sangat besar. Turnamen empat tahunan ini menjadi momentum yang dinantikan masyarakat untuk berkumpul. Tradisi nonton bareng atau nobar menjadi bagian utama dalam merayakan euforia ini.
Lokasi seperti warung kopi, pasar, balai warga, taman, hingga pusat perbelanjaan dipadati oleh para penggemar sepak bola, dilansir dari Detikcom. Jadwal pertandingan yang sebagian besar bergulir pada dini hari tidak menyurutkan animo masyarakat. Banyak warga rela memotong waktu istirahat demi menyaksikan penampilan pesepak bola dunia.
Di Pasar Kebayoran, para pedagang menyempatkan diri berkumpul di depan televisi 24 inci di sela aktivitas berdagang. Suasana keakraban terasa kuat melalui canda dan ledek antarpedagang.
Warung kopi juga menjadi titik kumpul masyarakat untuk menyaksikan laga lewat televisi berukuran kecil. Pengemudi ojek daring dan warga yang melintas kerap berhenti sejenak saat ada peluang emas tercipta. Sementara itu, anak-anak dengan jersey tim nasional kebanggaan memadati balai warga di Gandaria Utara. Mereka tampak antusias bersorak bersama teman sebaya saat menyaksikan laga babak perempat final antara Argentina melawan Swiss.
Keramaian serupa terlihat di pusat perbelanjaan saat warga memadati area nonton bareng pertandingan semifinal Inggris melawan Argentina. Setiap aksi memukau dan peluang gol disambut riuh sorak-sorai serta tepuk tangan pengunjung. Inisiatif unik juga muncul dari sekelompok pemuda di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Mereka menggelar konsep nobar keliling menggunakan televisi 43 inci di atas meja portabel.
Kegiatan nobar keliling ini menarik perhatian masyarakat dari berbagai usia untuk berkumpul dan berbincang. Langkah tersebut sekaligus menyebarkan euforia turnamen ke berbagai sudut kota Jakarta. Tradisi nonton bareng ini menghadirkan kebersamaan yang mendalam di masyarakat. Saat pertandingan berakhir, momen kebersamaan dan semangat persatuan dalam merayakan turnamen tetap membekas.