Eskalasi Konflik Timur Tengah Menahan Harga Emas di Area Pelemahan
Harga emas batangan tertahan di area pelemahan pada hari Kamis setelah serangan hari kedua Amerika Serikat terhadap Iran memicu kenaikan harga energi dan memperkuat kekhawatiran inflasi, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Emas bullion bergerak ke kisaran US$4.080 per ons setelah mengalami penurunan tiga hari berturut-turut akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan serangan terbaru bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, sementara Teheran mengancam akan melancarkan operasi balasan skala besar terhadap pangkalan militer AS.
Ketegangan geopolitik ini membuat pelaku pasar emas khawatir terhadap inflasi yang membandel, terlebih risalah rapat The Fed bulan Juni menunjukkan beberapa pejabat sempat melihat adanya alasan untuk menaikkan suku bunga.
Analis di Vantage Markets yang berbasis di Melbourne, Hebe Chen menilai pergerakan tenang di awal perdagangan Kamis ini bukan merupakan ketenangan yang sesungguhnya. "lebih terasa sebagai keraguan sebelum badai baru ketimbang ketenangan yang sesungguhnya," kata Hebe Chen, analis di Vantage Markets yang berbasis di Melbourne.
Chen menambahkan bahwa pelaku pasar saat ini masih bersikap waspada dalam mengamati perkembangan risiko geopolitik tersebut serta dampak rambatannya terhadap perekonomian global. "Pasar telah mendengar lonceng peringatan dari Timur Tengah, tetapi belum memperlakukannya sebagai krisis berskala penuh," kata Hebe Chen, analis di Vantage Markets yang berbasis di Melbourne.
Menurut data pasar, harga emas telah merosot lebih dari 20% sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari lalu akibat aksi ambil untung yang mengakhiri reli bullish selama tiga tahun. "Para trader tengah mengamati apakah risiko ini akan berkembang dari sekadar kejutan akibat berita menjadi awal dari siklus baru ketegangan geopolitik, serta seberapa besar dampak rambatannya," kata Hebe Chen, analis di Vantage Markets yang berbasis di Melbourne. Hingga kepastian pasar mengenai dampak konflik ini muncul, pergerakan komoditas logam mulia tersebut diperkirakan masih akan tertahan.
"Sampai ada kepastian mengenai hal tersebut, harga emas kemungkinan masih akan bergerak dalam pola konsolidasi," kata Hebe Chen, analis di Vantage Markets yang berbasis di Melbourne.
Pada sesi perdagangan Kamis pagi pukul 07.48 waktu Singapura, harga emas spot tercatat turun 0,1% menjadi US$4.073,48 per ons, sedangkan harga perak menguat 0,2% ke level US$58,39 per ons.