Eskalasi Konflik Timur Tengah Dongkrak Harga Minyak Dunia
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah makin memanas setelah pasukan udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangkaian serangan ke wilayah Irak pada Rabu (29/7/2026). Aksi militer tersebut menyasar sejumlah kelompok milisi pro-Iran. Langkah ini diklaim sebagai bentuk serangan balasan atas aksi peluncuran drone yang mengincar pasukan AS dan fasilitas minyak Saudi.
Atoritas Arab Saudi sebelumnya menyatakan berhasil menggagalkan serangan drone di kawasan Saudi Timur. Pihak Saudi menuding kelompok pendukung Iran di Irak berada di balik ancaman tersebut.
Sedikitnya 20 anggota Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) tewas dalam operasi gabungan tersebut. PMF merupakan aliansi paramiliter pro-Iran di Irak.
Eskalasi militer ini berdampak langsung pada ketegangan pasar energi global. Dilansir dari Detikcom, harga minyak mentah dunia mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu (29/7/2026). Minyak mentah berjangka Brent melambung 7,9 persen hingga menyentuh level US$ 90,74 per barel. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 6,6 persen ke posisi US$ 84,46 per barel.
Di tempat terpisah, aksi kriminalitas menimpa seorang balita berusia dua tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban diculik dari rumahnya di perumahan kawasan Kecamatan Tamalate akibat sang ibu terlilit utang arisan online. Tim kepolisian bergerak cepat dan berhasil menemukan balita tersebut di Kabupaten Pangkep. Tiga orang tersangka berinisial SS, NH, dan SD telah ditangkap aparat.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana mengonfirmasi motif penculikan dipicu masalah utang piutang arisan. Orang tua korban diduga tidak sanggup mengembalikan dana arisan yang diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Sementara itu dari Provinsi Bali, insiden pembatasan anggota grup perpesanan pesan instan mendadak viral di media sosial.
Warga negara asing (WNA) bernama Sergey Melnikov mengeluarkan seluruh warga negara Indonesia (WNI) dari grup WhatsApp "Garage Sales in Amed". Pengeluaran massal tersebut dilakukan Sergey dengan dalih menjaga kenyamanan para ekspatriat. Ia mengklaim anggota berbenderakan nomor Indonesia tidak mematuhi aturan grup.
Praktik eksklusif tersebut dibongkar oleh pembuat konten asal Italia, Christian Giacobbe, melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya. Christian mengkritik tindakan tersebut karena dinilai mengarah pada aksi diskriminatif terhadap warga lokal.
Peristiwa di Amed ini menambah panjang deretan kontroversi perlakuan eksklusif sejumlah oknum WNA di Pulau Dewata yang memicu sorotan publik.