Erling Haaland Beli Buku Sejarah Viking Langka untuk Perpustakaan Bryne
Penyerang Timnas Norwegia, Erling Haaland, memperlihatkan kepedulian terhadap warisan sejarah tanah airnya dengan membeli sebuah buku langka senilai lebih dari Rp 2 miliar. Seperti dilansir dari Detikcom, aksi sosial ini dilakukan di tengah prestasinya bersama tim nasional.
Pemain berusia 25 tahun tersebut memborong buku sejarah langka seharga £100.000 atau sekitar Rp 2,4 miliar (kurs Rp 24.050). Karya cetakan tahun 1594 yang ditulis oleh Snorri Sturluson pada abad ke-13 itu memuat kisah raja, ratu, petani, hingga prajurit Viking di wilayah Norwegia.
Buku tersebut merupakan satu-satunya salinan yang tersisa di dunia. Setelah merampungkan transaksi, Haaland memutuskan menyumbangkan fisik buku bernilai tinggi itu ke perpustakaan publik di Bryne, daerah tempat ia tumbuh besar.
Langkah penyerahan koleksi bersejarah tersebut bertujuan agar seluruh masyarakat lokal memiliki akses terbuka mempelajari riwayat nenek moyang mereka.
"Saya ingin buku itu selalu terbuka agar orang-orang dapat membaca tentang mereka yang berasal dari tempat saya berasal, dari Bryne dan Jæren," kata Haaland kepada media Norwegia, dikutip dari Detikcom.
"Saya cukup beruntung bisa mewujudkan impian saya melalui sepak bola, dan saya tahu tidak semua orang mendapatkan kesempatan itu. Buku memberi lebih banyak orang kesempatan untuk bermimpi besar, melihat kemungkinan baru, dan menemukan jalan mereka sendiri," imbuhnya.
Selain aktif dalam aksi sosial, statistik Haaland di lapangan hijau terus menanjak. Ia mencatatkan rekor 62 gol dalam 54 laga internasional, serta mencetak 7 gol sementara untuk mengantar Norwegia menembus perempat final Piala Dunia 2026.
Masyarakat Nordik seperti Norwegia, Swedia, dan Denmark secara historis erat kaitannya dengan peradaban Viking. Sebutan Viking merujuk pada kelompok penjelajah dan pelaut berani yang aktif melakukan penjelajahan serta kolonisasi di berbagai kawasan Eropa pada abad ke-9 hingga ke-11.
Meskipun dikenal luas karena aktivitas penjelajahan yang agresif, kehidupan domestik masyarakat Viking sebenarnya berbasis pada kegiatan agraris. Struktur sosial mereka terbagi ke dalam tiga tingkatan utama: kaum bangsawan, rakyat merdeka (karls), dan golongan tanpa hak politik atau budak.
Kini kawasan Nordik telah bertransformasi dari wilayah asal pemukim Viking menjadi deretan negara modern yang sejahtera dengan kualitas sistem pendidikan terbaik di dunia.