Erick Thohir Pastikan Timnas Putri Indonesia Langsung Gelar Pemusatan Latihan
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan Skuad Garuda Pertiwi akan segera melaksanakan program pemusatan latihan. Agenda ini menjadi langkah lanjutan setelah tim menyelesaikan kompetisi Garuda Championship Series.
Dikutip dari Bola, langkah cepat ini diambil sebagai bentuk persiapan matang menghadapi ajang Piala AFF Putri 2026. Kompetisi sepak bola wanita bergengsi di Asia Tenggara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.
Sebelumnya, Timnas Putri Indonesia telah memanfaatkan kompetisi domestik untuk mengukur kesiapan armada asuhan Satoru Mochizuki. Dalam turnamen tersebut, tim nasional mendapatkan kesempatan uji coba melawan Singapura dan Kamboja.
Erick Thohir menilai sisa waktu menjelang turnamen regional ini harus dioptimalkan secara maksimal. PSSI memilih Bandung sebagai lokasi pusat pelatihan karena wilayah tersebut dinilai ideal dan sudah sering menjadi tempat persiapan tim.
PSSI berharap rangkaian program ini dapat mendongkrak kualitas permainan tim nasional secara keseluruhan. Penyelenggaraan pemusatan latihan bertujuan membangun kesepahaman taktik antara jajaran pelatih dan para pemain di lapangan.
"Pertandingan melawan Singapura dan Kamboja untuk persiapan AFF pada bulan Juli, yang rencananya dimulai tanggal 7 Juli," kata Erick Thohir kepada wartawan.
Melalui program intensif ini, chemistry antarpemain diharapkan semakin kuat sebelum terjun ke kompetisi resmi. Penguatan aspek ini dinilai krusial agar tim mampu bersaing ketat di level Asia Tenggara.
"Setelah ini kami juga akan langsung menggelar training camp (TC). Mudah-mudahan tim putri bisa semakin solid dan tentu ada peningkatan prestasi," lanjutnya.
Situasi Pemain Diaspora dan Komitmen Klub
Persiapan tim saat ini belum berkekuatan penuh karena sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri belum bergabung. Beberapa nama masih terikat dengan agenda pertandingan bersama klub profesional mereka masing-masing.
Salah satu pilar muda yang absen adalah penyerang berusia 17 tahun, Claudia Scheunemann. Pemain tersebut belum bisa memperkuat tim nasional di ajang sebelumnya karena masih membela FC Utrecht Women di Belanda.
PSSI memaklumi situasi tersebut dan menganggapnya sebagai dinamika yang normal dalam sepak bola profesional. Manajemen memberikan waktu bagi para pemain luar negeri tersebut untuk menuntaskan kewajiban mereka.
"Ya, memang beberapa pemain masih memperkuat klubnya masing-masing dalam pertandingan. Jadi kita harus memberi kesempatan mereka untuk beradaptasi," terangnya.
Sorotan untuk Gea Yumanda dan Evaluasi Lini Belakang
Absennya sejumlah pemain utama justru memunculkan berkah tersendiri bagi talenta lokal. Jajaran pelatih mulai mengorbitkan nama-nama baru yang potensial dari program pembinaan usia muda bentukan PSSI.
Gea Yumanda menjadi salah satu pemain muda yang paling mencuri perhatian. Bek kelahiran Batam pada 27 Juni 2006 tersebut kini bertransformasi menjadi pilar utama di lini pertahanan pilihan pelatih Satoru Mochizuki.
"Tetapi yang penting, saya juga melihat perkembangan para pemain putri dari hasil pembinaan grassroots yang mulai bermunculan, seperti Gea. Sekarang dia menjadi salah satu pemain yang memiliki prospek bagus," ungkap Erick.
Meski memperlihatkan tren positif, sektor pertahanan tetap menjadi catatan yang memerlukan pembenahan strategis. PSSI berencana melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kedalaman materi pemain di posisi bek tengah.
Manajemen federasi berharap program pengembangan yang kini berjalan di 16 provinsi dapat terus dioptimalkan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menyuplai lebih banyak talenta berkualitas untuk masa depan tim nasional.
"Karena beberapa pemain center back kita mungkin belum maksimal, nanti akan kita evaluasi lagi. Mudah-mudahan pembinaan yang sudah berjalan di 16 provinsi bisa terus ditingkatkan," ujar Erick.