Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersial, UEFA Ancam Boikot

Share

Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir mendukung rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan hak komersial turnamen FIFA kepada investor swasta. Rencana ini memicu ancaman boikot dari asosiasi sepak bola Eropa dan berbagai asosiasi global.

Sebanyak 55 asosiasi anggota UEFA sepakat untuk memboikot Piala Dunia dan kompetisi FIFA jika rencana tersebut disetujui. Concacaf juga menyatakan 41 asosiasi anggotanya menolak proposal tersebut setelah pertemuan pada 30 Juli 2026.

Proposal FIFA membentuk anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk mengelola aset komersial, termasuk Piala Dunia, dengan investasi minoritas dari pihak ketiga. Proposal harus disetujui oleh 211 anggota FIFA dengan minimal 106 suara.

Infantino menawarkan insentif keuangan kepada anggota FIFA yang mendukung proposal, termasuk pencairan awal US$20 juta. Ia menyebut ini sebagai "tawaran, bukan kewajiban" dan Thrive Eternal diperkirakan akan memimpin kelompok investor FFE.

Erick Thohir menyebut dana dari proyek ini dapat membantu negara berkembang meningkatkan kualitas sepak bola. "Sepak bola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir. Kami telah melakukan pembenahan," kata Erick, seperti dikutip dari Sky News pada 31 Juli 2026.

Erick menambahkan, "Peringkat tim nasional naik dari 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi ini, kami membutuhkan pendanaan." Ia juga menyebut pembentukan FIFA Hub di Jakarta sebagai langkah penting bagi sepak bola Asia Tenggara dan Asia Timur.

UEFA memimpin penolakan keras dan mengancam boikot. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan, "Kami secara bulat dan tanpa keraguan menolak proposal FIFA untuk mengalihkan kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta."

UEFA menilai rencana itu tidak bertanggung jawab dan dibuat tanpa konsultasi yang berarti. "Ini bukan sekadar kegagalan kepemimpinan, tetapi pengabaian tanggung jawab FIFA," kata UEFA.

UEFA menegaskan Piala Dunia adalah warisan olahraga yang tidak boleh dijual atau dijadikan produk investasi. "Piala Dunia tidak untuk dijual," ujar pernyataan UEFA.

Boikot UEFA mencakup seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia pria, wanita, dan antarklub jika proposal disetujui. Ujian sikap ini diperkirakan terjadi pada Oktober 2026 saat play-off Piala Dunia Wanita berlangsung.

UEFA menaungi sebagian besar tim sukses dunia, dengan enam dari delapan perempat finalis Piala Dunia 2026 berasal dari Eropa, termasuk juara Spanyol.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Erick Thohir FIFA Sepak Bola
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author