Empat Wakil Indonesia Berlaga pada Hari Kedua Kejuaraan Dunia BWF 2026

Share

Empat wakil bulu tangkis Indonesia dijadwalkan bertanding pada babak 64 besar dan 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Selasa, 18 Agustus 2026. Rangkaian pertandingan hari kedua turnamen BWF Grade 1 yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 tersebut dimulai pukul 10.30 WIB dan disiarkan melalui layanan live streaming Vidio serta live score resmi BWF. Pebulu tangkis tunggal putra unggulan ketiga, Jonatan Christie, membuka laga di Lapangan 1 menghadapi wakil Jerman, Matthias Kicklitz, dengan rekor keunggulan pertemuan 1-0 setelah sebelumnya menang di kejuaraan edisi 2025.

Tiga wakil Indonesia lainnya datang dari sektor ganda campuran, yakni Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melawan Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien asal Malaysia di Lapangan 2.

Selanjutnya, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata berhadapan dengan Mihajlo Tomic/Andjela Vitman asal Serbia di Lapangan 2, serta Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran menantang Julien Maio/Lea Palermo dari Prancis di Lapangan 4. Keempat wakil tersebut berupaya menyusul empat wakil Indonesia lainnya yang telah memastikan kemenangan pada hari pertama, Senin, 17 Agustus 2026.

Kemenangan pada hari pertama diraih oleh Alwi Farhan di sektor tunggal putra, Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan di sektor tunggal putri, serta Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine di sektor ganda putri. Alwi Farhan mengamankan tiket babak 32 besar usai mengalahkan wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-12 di Indira Gandhi Stadium.

Pebulu tangkis unggulan ke-11 tersebut menegaskan bahwa keberhasilan meraih kemenangan di laga pembuka merupakan buah dari analisis taktik dan pemetaan kekuatan lawan yang dilakukan selama satu pekan sebelum pertandingan. "Alhamdulillah memang sudah dipersiapkan dari sebelum-sebelumnya. Ada waktu seminggu lebih saya rasa untuk mempelajari undian dan itu bagus buat saya," kata Alwi Farhan usai pertandingan. Persiapan matang tersebut membantu Alwi membaca dan mengantisipasi strategi permainan lawan sejak awal pertandingan.

"Jadi memang tadi sudah antisipasi, bahkan saya sangat hafal dia mau berbuat seperti apa," kata Alwi menjelaskan.

Pemain berusia 21 tahun itu menambahkan bahwa ia akan memanfaatkan hari istirahat untuk melakukan pemulihan fisik, menjaga pola makan, serta menjaga fokus mental sebelum berlaga di babak berikutnya. "Ini bagian dari preparation yang saya lakukan dan ada hasilnya, saya harap bisa keep it the standard for the next match," kata Alwi Farhan. Menurut Alwi, Kejuaraan Dunia BWF merupakan ajang bereputasi tinggi yang membutuhkan kesiapan spiritual dan ikhtiar maksimal dari setiap peserta.

"Besok ada rest, tapi pastinya dari pikirannya, dari mentalitasnya, dari kemauannya, dari keinginan dan jaga badannya, pola makan dan tidurnya semua harus diperhatikan," kata Alwi Farhan.

Kemenangan ini membawa Alwi berpeluang menghadapi tunggal putra unggulan pertama asal China, Shi Yuqi, di babak 32 besar. "Saya akan fokus day by day untuk bisa melakukan recovery secepatnya," kata Alwi Farhan.

Langkah Alwi di turnamen ini didasari tekad kuat untuk memberikan penampilan terbaik di panggung dunia. "Kejuaraan Dunia adalah salah satu major event yang sakral," kata Alwi Farhan.

Ia menganggap bahwa keberhasilan di ajang ini memerlukan kerja keras yang beriringan dengan takdir. "Menurut saya yang bisa juara adalah orang-orang yang dipilih oleh Tuhan dengan segala usahanya yang sudah diusahakan. Jadi ya saya mencoba memantaskan diri untuk bisa berada di sana," kata Alwi Farhan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author