Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX Pecahkan Rekor

Share

Dua dekade lalu, Elon Musk merintis perusahaan roket SpaceX dari sebuah gudang sederhana di El Segundo, California. Pada masa awal pendiriannya di tahun 2002, banyak pihak menilai proyek ambisius tersebut mustahil untuk berhasil.

Kini, perusahaan antariksa tersebut mencatatkan sejarah bisnis yang spektakuler. Dilansir dari Detik iNET, Elon Musk resmi menjadi manusia pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari USD 1 triliun atau sekitar Rp 18.000 triliun setelah penawaran saham perdana (IPO) SpaceX memecahkan rekor dunia.

Lonjakan kekayaan yang luar biasa ini terjadi saat saham SpaceX mulai diperdagangkan di bursa pada Jumat (12/6/2026). Nilai perusahaan yang melesat tajam membuat kepemilikan saham Musk di SpaceX diperkirakan mencapai USD 766 miliar. Akumulasi nilai tersebut bersama saham Tesla dan aset lainnya membuat total kekayaan Musk menembus USD 1,1 triliun.

Pencapaian SpaceX saat ini sangat kontras dengan kondisi awal masa berdirinya. Musk mendirikan perusahaan ini dengan misi fiksi ilmiah, yaitu menjadikan manusia sebagai spesies multiplanet yang dapat tinggal di Mars.

Di awal perjalanannya, SpaceX berulang kali mengalami kegagalan peluncuran roket yang menghabiskan dana sangat besar. Sejumlah analis bahkan memprediksi peluang bertahan perusahaan ini sangat tipis.

Musk sendiri mengakui bahwa dirinya tidak pernah menduga SpaceX bisa berkembang hingga sebesar sekarang.

"Kalau ada yang dulu bilang ini akan terjadi, saya pasti bilang kamu sedang memakai narkoba yang sangat bagus, karena saya sendiri memberi SpaceX kurang dari 10% peluang untuk berhasil," ujar Musk dikutip dari Forbes.

Ia juga merefleksikan bagaimana startup yang bermula dari gudang kecil kini mampu mencatatkan aksi korporasi besar di pasar saham.

"Sulit dipercaya bahwa perusahaan kecil yang dimulai di sebuah gudang di El Segundo kini menjadi perusahaan publik dengan IPO terbesar sepanjang sejarah," katanya.

Keberhasilan IPO ini tidak hanya melipatgandakan kekayaan Musk. Ribuan karyawan SpaceX yang memegang kompensasi berupa saham atau opsi saham selama bertahun-tahun kini mendadak menjadi jutawan dan multimiliuner.

Transformasi Menjadi Raksasa Antariksa Dunia

Tujuan awal Musk mendirikan SpaceX adalah menekan biaya perjalanan luar angkasa agar lebih murah. Industri antariksa yang berisiko tinggi dan berbiaya besar sempat membuat pengamat yakin perusahaan ini akan bangkrut akibat rentetan kegagalan di masa lalu.

Arah bisnis berubah total setelah SpaceX berhasil menciptakan teknologi roket yang dapat digunakan kembali. Keberhasilan itu disusul dengan kontrak bernilai miliaran dolar dari NASA serta peluncuran jaringan internet satelit Starlink global.

Saat ini, perusahaan tengah fokus mengembangkan Starship, roket generasi baru untuk misi ke Bulan dan Mars. Musk menegaskan bahwa orientasi utama SpaceX bukan sekadar mengejar profitabilitas semata.

"Kita mungkin akan gagal, tetapi kita harus mencobanya. Karena jika tidak ada perusahaan baru yang masuk ke industri antariksa, umat manusia tidak akan pernah menjadi peradaban yang benar-benar menjelajah luar akaaa."

Melalui SpaceX, Musk berkomitmen untuk merealisasikan konsep-konsep imajinatif yang selama ini hanya ada di dalam karya fiksi.

"Itulah inti dari SpaceX – mengubah fiksi ilmiah menjadi kenyataan dan menciptakan masa depan yang menarik serta menginspirasi bagi semua orang."

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author