EFL Coret Southampton dari Play-off Championship Akibat Skandal Spionase

Share

English Football League (EFL) resmi mencoret Southampton dari babak play-off Championship menyusul penolakan banding oleh panel independen atas skandal spionase ilegal terhadap tim lawan. Keputusan larut malam tersebut menggagalkan ambisi klub untuk promosi ke Premier League pada musim ini.

Seperti dilansir dari Bola, sanksi berat ini dijatuhkan setelah Southampton terbukti melakukan pengawasan terlarang terhadap sesi latihan Oxford United dan Ipswich Town. Tim berjuluk The Saints itu juga kedapatan merekam persiapan Middlesbrough menjelang laga leg pertama semifinal play-off pada 7 Mei.

Dampak dari diskualifikasi ini membuat Middlesbrough diaktifkan kembali untuk mengisi posisi Southampton di partai final. Middlesbrough dijadwalkan menghadapi Hull City di Stadion Wembley pada Sabtu, 23 Mei 2026, guna memperebutkan tiket promosi.

Selain sanksi diskualifikasi, otoritas liga memberikan hukuman tambahan berupa pengurangan empat poin bagi Southampton untuk kompetisi Championship musim depan. Manajemen Southampton sendiri mengakui adanya pelanggaran regulasi terkait kewajiban bertindak dengan itikad baik dan larangan mengintai latihan lawan dalam kurun waktu 72 jam sebelum pertandingan.

Skandal ini mencuat setelah analis performa magang Southampton, Will Salt, tertangkap basah merekam latihan Middlesbrough menggunakan iPhone. Jejak digital sang magang terungkap melalui transaksi kartu bank pribadi saat membeli kopi di sekitar area latihan lawan, yang kemudian dilacak oleh Chairman Middlesbrough, Steve Gibson.

Manajer Southampton, Tonda Eckert, kini menghadapi ancaman pemecatan dan potensi skorsing selama 18 bulan dari The Football Association (FA). Hubungan internal klub juga memanas lantaran para pemain tim utama berniat mengajukan gugatan hukum terkait hilangnya bonus promosi dan pemberlakuan pemotongan gaji akibat kegagalan ini.

Sanksi tegas yang dijatuhkan oleh EFL ini memicu reaksi keras dari sejumlah pengamat dan mantan pemain sepak bola Inggris yang menilai hukuman tersebut terlalu berat.

"nakal"

Legenda Southampton, Matt Le Tissier, melayangkan kritik tajam dengan menganalogikan bahwa tindakan klub diperlakukan secara berlebihan oleh otoritas liga.

"hanya mencuri Mars bar"

Prosedur disiplin kini telah selesai di tingkat EFL, namun Southampton masih berada di bawah penyelidikan lanjutan oleh pihak FA atas pelanggaran integritas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author