Dukungan Orang Tua Warnai MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026

Share

Ajang MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 yang berlangsung pada 23 hingga 28 Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, dipenuhi dukungan antusias dari para orang tua murid. Kehadiran para ibu di tribune menjadi bukti menguatnya restu bagi anak-anak putri usia U-10 dan U-12 untuk menekuni olahraga sepak bola, seperti dilansir dari Bola.

Suara dukungan terdengar nyaring sejak babak perebutan tempat ketiga hingga pertandingan final pada Minggu sore. Masyarakat setempat turut memadati stadion saat tim All Stars Kudus bertanding melawan All Stars Jakarta di laga puncak kompetisi yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut.

Sikap suportif kini ditunjukkan oleh para orang tua meski pada awalnya sempat muncul keraguan terhadap minat sang anak. Mela Damayanti, ibunda dari pemain andalan tim All Stars Surabaya, Locita Waranggani Olah Nismara, mengaku sempat tidak memberikan restu di awal karier anaknya.

"Awalnya terus terang saja, saya tidak mendukung. Namun, melihat anaknya sangat keukeuh dan ingin sekali bermain sepak bola, rutin latihan dan semangatnya luar biasa, saya luluh juga dan akhirnya mendukung sepenuhnya," ungkap Mela.

Rasa khawatir sempat membayangi karena minimnya pemain sepak bola putri usia dini di Surabaya pada masa lalu. Namun, kegigihan sang putri berhasil menepis keraguan tersebut hingga menginspirasi anak-anak perempuan lain di kota asal mereka.

"Melihat dia semangat, apa pun yang terjadi saya tetap memberikan dukungan. Bahkan saat dia cedera, saya berusaha menahan diri untuk tidak menangis demi menguatkannya agar ia tetap tegar," kisah Mela.

Cerita serupa datang dari Widya Ratnasari, ibu dari bek tim All Stars Kudus, Renanthera Aluna Addya Putri. Widya semula mengira keinginan putrinya bermain sepak bola hanya tren sesaat, sehingga ia menetapkan syarat konsistensi agar sang anak tidak menghabiskan waktu dengan gawai.

"Awalnya saya tidak terlalu mendukung karena saya pikir itu hanya musiman atau karena bosan menghabiskan waktu. Namun, ada momen saya berpikir ketimbang dia hanya main gadget, alangkah baik jika ada hal positif yang dilakukan. Akhirnya saya menerima dia main bola dengan syarat harus konsisten," kisah Widya.

Kedisplinan yang ditunjukkan Aluna dalam berlatih selama beberapa bulan akhirnya membalikkan sudut pandang kedua orang tuanya. Dukungan total pun diberikan setelah melihat perkembangan positif sang putri di lapangan hijau.

"Namun, satu-dua bulan berlangsung, saya melihat dia tidak ada bosannya. Anaknya rajin latihan, perkembangannya juga bagus. Dia terus memperlihatkan keseriusan hingga pada autographs saya dan suami, yang awalnya tidak mendukung, justru sepakat untuk memberikan dukungan," lanjut Widya.

Kepercayaan orang tua semakin menebal ketika mengetahui keterlibatan Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam menyelenggarakan kompetisi usia muda ini. Keseriusan penyelenggara dinilai menjanjikan arah pembinaan yang jelas bagi masa depan atlet.

"Perlu digarisbawahi, awalnya dia ikut kompetisi itu ya MilkLife Soccer Challenge. Ketika itu saya melihat ini yang menggelar Djarum. Jadi saya merasa ini pasti serius, tidak main-main.

Kalau Djarum sudah turun ke olahraga itu serius. Jadi kami berpikir, oke gaspol saja," ungkapnya.

Aluna kini berhasil menjuarai kompetisi dan berkesempatan mengikuti program pelatihan tambahan. Widya menyatakan akan terus mendampingi putrinya yang tampil penuh semangat di arena pertandingan.

"Sebagai orang tua, saya mendukung saja. Anaknya enjoy, selalu semangat, ya saya juga harus semangat memberikan dukungan," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author