Dua Gerhana Agustus 2026 Dipastikan Tidak Melintas di Indonesia

Share

Dua fenomena astronomi langka berupa gerhana Matahari total dan gerhana Bulan sebagian dijadwalkan terjadi pada Agustus 2026. Namun, masyarakat di wilayah Indonesia dipastikan tidak dapat mengamati secara langsung kedua peristiwa langit tersebut.

Situs penanggalan astronomi In The Sky mencatat bahwa gerhana Matahari total bakal berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peristiwa ini terjadi sewaktu Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup seluruh piringan Matahari di sepanjang jalur totalitas.

Dikutip dari Detikcom, puncak gerhana Matahari total secara internasional terjadi pada 12 Agustus 2026 pukul 17.46 UTC atau 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB. Lintasan gerhana total meliputi wilayah Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, serta sebagian area Spanyol, sementara gerhana sebagian dapat terlihat di Eropa, Afrika utara, dan Amerika Utara.

Selanjutnya, fenomena gerhana Bulan sebagian akan menyapa pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kejadian ini berlangsung saat sebagian piringan Bulan masuk ke dalam bayangan inti Bumi sehingga permukaannya tampak seperti tergigit sebagian.

Puncak gerhana Bulan sebagian diperkirakan berlangsung pada 28 Agustus 2026 pukul 04.12 UTC atau tepat pukul 11.12 WIB. Kawasan yang berkesempatan menyaksikan peristiwa ini mencakup wilayah Amerika, Samudra Pasifik, Australia, Selandia Baru, hingga sebagian Asia Timur.

Posisi geografis wilayah Indonesia yang tidak berada pada jalur pengamatan menjadi alasan utama kedua gerhana tersebut absen dari Tanah Air saat fenomena berlangsung.

Ketika gerhana Matahari total terjadi, wilayah Indonesia sedang berada di sisi Bumi yang membelakangi Matahari. Kondisi ini membuat seluruh tahapan gerhana Matahari tidak dapat disaksikan sama sekali.

Sementara itu, saat fase gerhana Bulan sebagian berlangsung, posisi Bulan masih berada di bawah garis horizon bagi pengamat di Tanah Air. Kendati tidak melintas di wilayah Indonesia, kedua peristiwa ini tetap menjadi bagian penting dari agenda fenomena langit dunia sepanjang Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author