DPRD DKI Minta Evaluasi Sistem Rekrutmen Sopir JakLingko
Insiden kecelakaan angkutan umum JakLingko yang menabrak seorang lansia di kawasan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, memicu desakan evaluasi total terhadap sistem operasional armada tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (7/8/2026).
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama PT Transjakarta tidak sekadar menindak pengemudi. Ia menegaskan perlunya audit menyeluruh terhadap sistem rekrutmen, pelatihan, hingga pengawasan pramudi.
"Kasus kecelakaan yang melibatkan sopir JakLingko hingga menyebabkan seorang warga lanjut usia menjadi korban, harus menjadi evaluasi serious bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan transportasi umum di Jakarta. Keselamatan penumpang maupun masyarakat pengguna jalan tidak boleh dikompromikan dengan alasan apa pun," tegas Kenneth dalam keterangannya, Jumat(7/8/2026).
Kenneth menekankan pentingnya proses seleksi pengemudi angkutan umum yang profesional dan ketat. Menurutnya, calon sopir wajib memiliki kemampuan berkendara yang memadai, kondisi fisik dan mental yang sehat, rekam jejak baik, serta pengendalian emosi yang stabil.
Ia juga menyoroti peran Akademi Transjakarta yang seharusnya dioptimalkan sebagai garda terdepan pencetak pramudi dan pramusapa berintegritas tinggi.
"Jangan sampai Akademi Transjakarta hanya menjadi pelengkap dalam sistem transportasi publik. Akademi ini harus benar-benar difungsikan sebagai pusat pendidikan, pelatihan, pembinaan karakter, hingga evaluasi kompetensi seluruh pramudi dan pramusapa. Mereka adalah wajah pelayanan transportasi publik Jakarta, sehingga kualitasnya harus dijaga secara konsisten," sambung Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Selain kemampuan teknis, Kenneth menilai seluruh pengemudi layanan terintegrasi Transjakarta perlu menjalani pendidikan terukur yang membentuk kedisiplinan, etika pelayanan, serta pemahaman keselamatan jalan raya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti setelah proses perekrutan awal selesai.
"Profesi pramudi bukan sekadar mengemudikan kendaraan. Mereka bertanggung jawab atas keselamatan puluhan penumpang setiap hari, bahkan juga pengguna jalan lainnya. Karena itu kualitas sumber daya manusianya harus benar-benar dipersiapkan secara matang melalui sistem pendidikan yang berkesinambungan," tegasnya.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap standar sertifikasi dan mekanisme evaluasi dinilai penting agar seluruh operator JakLingko memiliki standar pelayanan yang setara.
"Jangan menunggu ada korban berikutnya baru sistem diperbaiki. Momentum ini harus dijadikan titik balik untuk membangun budaya keselamatan (safety culture) yang kuat di seluruh layanan transportasi publik. Akademi Transjakarta harus menjadi pusat lahirnya SDM transportasi yang profesional, humanis, disiplin, dan mengutamakan keselamatan sebagai nilai utama dalam setiap pelayanan kepada masyarakat," beber Alumni PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII itu.
Pemanfaatan teknologi seperti GPS, kamera pengawas di interior kendaraan, serta pemantauan perilaku berkendara dinilai perlu dimaksimalkan sebagai langkah antisipasi pencegahan kecelakaan.
"Karena itu saya meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperketat pengawasan terhadap seluruh operator yang tergabung dalam layanan JakLingko. Jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar operasional, jangan ragu memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta diharapkan terus mengevaluasi pengawasan operator demi menjamin keamanan dan kenyamanan warga pengguna transportasi umum.
"Saya juga mendorong Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan operator angkutan umum agar pelayanan transportasi di Jakarta benar-benar mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi seluruh warga," tutupnya.